BPSDM KP Lanjutkan Progam Pengembangan SDM
Jumat, 11 April 2014 | 20:31 WIB
Jakarta - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP) kembali melanjutkan pengembangan Sumber Daya Alam (SDM) di bidang pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan.
Kepala BPSDM Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Suseno Sukoyono mengatakan pengembangan di bidang pendidikan meliputi penciptaan SDM KP kompeten sebanyak 1.650 orang dengan pendidikan vokasi. Pendidikan tersebut menggunakan pendekatan teaching factory di satuan pendidikan KPK.
"Pendidikan buat anak pelaku utama usaha perikanan juga kita tingkatkan akses pendidikannya. Lalu peningkatan penyerapan lulusan satuan pendidikan lingkup KKP oleh Dunia Usaha dan dunia Industri," ujar Suseno di Pressroom KKP, Jakarta, Jumat (11/4).
Dirinya menjelaskan, Sekolah Tinggi Perikanan (STP) akan dikuatkan kelembagaannya dengan diubah menjadi Institut Kelautan dan Perikanan Nasional (IKPN). Tidak hanya STP, Akademi Perikanan (AP) juga akan dikuatkan dengan menjadi Politeknik KP.
"Kita juga mengimplementasi pendidikan tinggi KKP bertaraf internasional (World Class University), pengembangan bidang keahlian kelautan, akreditasi dan standarisasi, pengembangan SDM seperti Guru, Dosen, dan tenaga pendidikan dan sertifikasi kompetensi dan profesi," ujar Suseno.
Suseno mengatakan, pihaknya juga melakukan pengembangan Iptek yang inovatif, terapan serta implementasinya, seperti domistikasi spesies baru untuk mendukung budaya dan pelestarian sumber daya alam kelautan dan perikanan. Selain itu, ada juga budidaya udang vaname dengan teknologi busmetik dan budidaya ikan dengan teknologi minapadi kolam dalam.
Di bidang pelatihan, tahun ini BPSDM KP melakukan pelatihan untuk masyarakat sebanyak 15.000 orang dan aparatur sejumlah 2.200 orang. Jumlah Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) yang tahun lalu 387 unit ditingkatkan menjadi 400 unit dengan terakreditasi oleh BPSDM KP.
"Kita juga menyusun rencana induk pengembangan (RIP) di bidang KP, penjaminan mutu penyelenggaraan pelatihan KP melalui akreditasi penyelenggaraan diklat aparatur (LAN RI) dan sertifikasi manajemen sistem mutu ISO 9001:2008," jelas Suseno.
Sementara di bidang penyuluhan, Suseno menjelaskan 50.000 kelompok akan mendapat pendampingan dari 12.000 penyuluh perikanan. Penyuluh perikanan juga akan mendapat sertifikasi sebanyak 340 orang dan peningkatan kompetensi penyuluh perikanan sebanyak 1.260 orang.
"Dari pihak swasta juga akan ada penyuluh sebanyak 100 orang. Itu untuk mendukung kegiatan pendampingan progam KKP," ujar dia.
Suseno menjelaskan pihaknya juga akan memanfaatkan sistem informasi untuk penyuluhan. Pemanfaatan itu melalui pengembangan website pusat penyuluhan KP, simluh KP, Cyber Extension, SMS Gateway, RAPIKAn, dan media center.
"Penguatan kelembagaan penyuluhan juga dilakukan melalui Badan Koordinasi Nasional (Bakornas), Komisi Penyuluh Perikanan Nasional (KPPN) dan organisasi profesi penyuluh perikanan," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




