ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ketua OJK Muliaman Hadad: Sukses Usaha Mikro Butuh Paradigma Baru

Rabu, 13 Agustus 2014 | 11:03 WIB
PD
AB
Penulis: Primus Dorimulu | Editor: AB

Jakarta - Sukses pengembangan usaha mikkro membutuhkan paradigma baru, yakni pergeseran dari micro financial menuju financial inclusion, perbaikan sisi permintaan, dan pembenahan infrastruktur keuangan agar biaya dana lebih murah. Ke depan, yang diupayakan bukan hanya terbukanya akses keuangan bagi usaha mikro, melainkan juga pemberian kredit dengan bunga lebih murah.

"Kita perlu me-review kembali pengembangan usaha mikro agar ke depan lebih menyejahterakan. Tujuan akhir dari financial inclusion bukan hanya pemberian kredit, melainkan terutama menyejahterakan pelaku usaha mikro," kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad pada seminar "Sejahtera dengan Keuangan Mikro" yang diselenggarakan Harian Investor Daily di Balai Kartini, Rabu (13/8).

Selama ini, pasokan dana untuk usaha mikro sudah cukup besar. Tapi, sisi permintaan belum menunjang. Para pengusaha mikro yang menjadi debitur belum cukup memiliki kapasitas untuk memanfaatkan dana. Mereka perlu dibantu agar mampu menggunakan kredit dengan efektif.

Oleh karena itu, kata Muliaman, ke depan, perlu dilakukan lima pendekatan. Pertama, membuat produk finansial lebih bervariasi, yakni kredit mikro, tabungan mikro, asuransi mikro, dan jasa keuangan mikro lainnya, bagi usaha mikro yang saat ini berjumlah 56 juta atau 98,7 persen dari total pelaku usaha di Indonesia.

ADVERTISEMENT

Kedua, penggunaan teknologi digital untuk informasi perbankan. Ketiga, terciptanya pasar baru. Keempat, pentingnya kehadiran lembaga lain nonkeuangan, seperti telekomunikasi, dan kelima, regulasi yang baik, sehingga usaha mikro berkembang kondusif.

Pada kesempatan itu, Muliaman mengingatkan pentingnya dua solusi yang perlu diambil untuk membangun usaha mikro. Pertama, membantu para debitur agar mereka mampu memanfaatkan dengan benar kredit yang diberikan. Kredit yang diberikan harus memiliki nilai komersial dan kedua, perbankan perlu berkolaborasi dengan lembaga lainnya guna meningkatkan edukasi dan sosialisasi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

OJK Pastikan Status Pasar Saham RI Tetap Emerging Market

OJK Pastikan Status Pasar Saham RI Tetap Emerging Market

EKONOMI
OJK Tegaskan Pasar Keuangan Tetap Solid Seusai Rebalancing MSCI

OJK Tegaskan Pasar Keuangan Tetap Solid Seusai Rebalancing MSCI

EKONOMI
OJK Pede Pasar Modal RI Punya Peluang Naik Level

OJK Pede Pasar Modal RI Punya Peluang Naik Level

EKONOMI
18 Saham Didepak dari MSCI, Ini Daftar Lengkapnya

18 Saham Didepak dari MSCI, Ini Daftar Lengkapnya

EKONOMI
Lembaga Kliring Dinilai Memiliki Peran Penting dalam Perlindungan Masyarakat

Lembaga Kliring Dinilai Memiliki Peran Penting dalam Perlindungan Masyarakat

EKONOMI
Investor Domestik Bertambah 6,4 Juta, Pasar Modal Kian Tahan Guncangan

Investor Domestik Bertambah 6,4 Juta, Pasar Modal Kian Tahan Guncangan

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon