ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Enggan Diketahui Publik Pemicu Minimnya IPO

Sabtu, 10 Desember 2011 | 08:13 WIB
IS
B
Penulis: Ivan Dasa Saputra/WBP | Editor: B1
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito (dua dari kanan)
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito (dua dari kanan) (Antara)
Mereka cukup puas dengan keberhasilan yang diperoleh sehingga belum merasa perlu go public untuk mendapatkan pendanaan.

Minimnnya sejumlah perusahaan melakukan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) salah satunya dipicu keengganan perusahaan melakukan keterbukaan informasi kepada publik.

"Dia tidak mau diketahui oleh masyarakat luas," kata Direktur Penilaian Perusahaan, Bursa Efek Indonesia (BEI) Eddy Sugito menjawab minimnya perusahaan yang listing di BEI, di Puncak, Jumat malam.

Eddy mengatakan, banyak perusahaan memiliki kinerja keuangan bagus namun enggan melakukan go public. Perusahaan itu, kata dia, cukup puas dengan keberhasilan yang diperoleh sehingga belum merasa perlu go public untuk mendapatkan pendanaan.

"Padahal itu pemikiran yang salah, dengan listing sebuah perusahaan dapat dengan cepat melakukan ekspansi yang lebih besar lagi," katanya.

Sebagai gambaran, perusahaan yang telah listing di bursa wajib memberikan pengumuman ke publik (investor) segala sesuatu yang terkait informasi mengenai aksi korporasi. Selain perusahaan dengan status 'Tbk' juga wajib mempubikasikan laporan keuangannya setiap kuartal. 

Untuk itu, Eddy berharap perusahaan membuka mata dengan melakukan listing guna membesarkan perusahaan itu sendiri. Meski begitu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan perusahaan apabila ingin melakukan IPO, antara lain perusahaan harus memiliki proyeksi yang bagus.

"Percuma raport bagus tapi kalu tidak memiliki harapan untuk maju ke depan, seperti misalnya tersandung peraturan pemerintah atau ada faktor X lainnya," ujarnya.

Selain itu, strategi menjual saham perdana perlu dilakukan secara efektif dan memiliki target investor yang jelas. "Biasanya dicari jenis investor yang tidak sama, ada yang long term investment atau juga ritel investor agar sahamnya likuid," paparnya.

Satu hal lagi yang paling penting adalah timing yang tepat untuk melakukan IPO. "Karena ini akan menentukan value dari saham yang akan ditawarkan," ungkapnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

IHSG Sepekan Menguat Tipis 0,18 Persen, Transaksi Bursa Justru Menguat

IHSG Sepekan Menguat Tipis 0,18 Persen, Transaksi Bursa Justru Menguat

EKONOMI
BEI: 11 Perusahaan Besar Siap IPO, Total Antrean 15 Emiten

BEI: 11 Perusahaan Besar Siap IPO, Total Antrean 15 Emiten

EKONOMI
BEI Tegaskan Dialog dengan MSCI Positif, Risiko Downgrade Mereda

BEI Tegaskan Dialog dengan MSCI Positif, Risiko Downgrade Mereda

EKONOMI
Menanti Validasi MSCI, Reformasi Pasar Modal RI Masih Dievaluasi

Menanti Validasi MSCI, Reformasi Pasar Modal RI Masih Dievaluasi

EKONOMI
BEI Pastikan Komunikasi Intensif dengan Investor dan Indeks Global

BEI Pastikan Komunikasi Intensif dengan Investor dan Indeks Global

EKONOMI
MSCI Resmi Umumkan Evaluasi Saham RI, Ini Keputusan Lengkapnya

MSCI Resmi Umumkan Evaluasi Saham RI, Ini Keputusan Lengkapnya

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon