Tahun Depan, Likuiditas Perbankan Sedikit Longgar
Sabtu, 13 Desember 2014 | 00:32 WIB
Jakarta – Likuiditas industri perbankan tahun depan akan sedikit melonggar. Hal itu disebabkan pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang membuat dana beralih kepada pembangunan infrastruktur dan beredar di masyarakat sehingga menjadi dana pihak ketiga (DPK) di bank.
Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah mengatakan, BI memprediksi pertumbuhan DPK pada 2015 akan berada di kisaran 14-16 persen dan kredit 15-17 persen. Sejalan dengan itu, loan to deposit ratio (LDR) industri perbankan akan cukup dan sekalipun naik di tahun depan itu hanya sedikit.
"Likuiditas tahun depan, saya kira akan lebih longgar kan DPK lebih tinggi dari tahun lalu. Kredit juga akan lebih rendah dari tahun lalu jadi diperkirakan akan lebih baik," ujar dia di Jakarta, Jumat (12/12).
Menurut Halim, kalau melihat dari sumber-sumber yang mendorong pertahanan likuiditas diharapkan ke depan sumber daya yang datang dari pemerintah akan lebih besar. "Pasalnya, saat ini subsidi BBM sudah berkurang," tutur dia.
Sementara secara terpisah, Ketua Umum Ikatan Bankir Indonesia (IBI) Zulkifli Zaini menilai, dengan kenaikkan BBM bersubsidi membuat ada dana yang beralih ke pembangunan infrastruktur. "Itu bisa menjadi sumber pembiayaan dan menjadi uang yang beredar di masyarakat. Pada akhirnya, dia (dana) masuk ke bank menjadi DPK," jelas dia.
Selain itu, jelas Zulkifli, bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) yang diberikan pemerintah dalam bentuk uang elektronik (e-money) juga dapat menjadi DPK tambahan bagi bank. Sebab, ketika masyarakat berbelanja menggunakan kartu BLSM uang tersebut akan masuk juga ke bank.
"Tahun depan, The Federal Funds Rate (The Fed) kemungkinan akan naik. Itu mungkin dapat membuat dana asing yang ada di Indonesia sebagian keluar (capital outflow). Namun, dengan kenaikkan subsidi BBM mudah-mudahan ekonomi kita akan membaik, sehingga akan mempengaruhi kenaikkan kredit," ujar dia.
Pada 2015, Zulkifli memprediksi, industri perbankan akan lebih baik dibandingkan tahun 2014. Dari segi kinerja, ujar dia, akan sedikit lebih baik dan kalau dari sisi likuditas pun akan sedikit lebih longgar. "Kinerja perbankan akan sedikit lebih baik, walaupun kita paham bahwa sektor komoditas, seperti karet dan batu bara belum ada banyak perbaikan yang signifikan," papar dia.
Untuk itu, Zulkifli mengingatkan, perbankan perlu berhati-hati dengan sektor tersebut. Menurut dia, perbankan sebaiknya menghindari sektor komoditas tersebut jika ada sektor lain yang berpeluang lebih baik.
"Dari seminar yang diadakan IBI, terungkap pertumbuhan ekonomi indonesia adalah pada akhirnya berpusat kepada konsumsi, jadi sebaiknya bank-bank itu fokus kepada konsumsi. Pemerintah sekarang juga mengarahkan ke maritim, konsumsi, dan infrastruktur, sehingga pembiayaan kesana menjanjikan di masa mendatang," ungkap dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




