ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Suntikan Rp 100 Triliun ke Perbankan Jaga Likuiditas Keuangan

Kamis, 26 Maret 2026 | 14:11 WIB
AS
AD
Penulis: Addin Anugrah Siwi | Editor: AD
Mata uang rupiah dan dolar AS.
Mata uang rupiah dan dolar AS. (Antara/Fakhri Hermansyah)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menambah penempatan dana pemerintah sebesar Rp 100 triliun ke sistem perbankan sebelum Lebaran 2026. Kebijakan ini diambil untuk menjaga likuiditas di tengah sinyal pengetatan di pasar keuangan.

Dengan tambahan tersebut, total dana pemerintah yang telah ditempatkan di perbankan kini mencapai Rp 300 triliun, setelah sebelumnya pemerintah lebih dulu menyalurkan Rp 200 triliun.

“Seminggu sebelum Lebaran, saya tambah lagi Rp 100 triliun masukin ke sistem perekonomian. Kita maintain likuiditas di sistem keuangan kita dengan serius,” ujar Purbaya di Jakarta Rabu (25/3/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, langkah ini diambil setelah Kementerian Keuangan mencermati pergerakan imbal hasil surat berharga negara (SBN) yang menunjukkan kenaikan. Menurutnya, lonjakan yield menjadi sinyal adanya tekanan likuiditas yang perlu segera direspons.

“Kalau bond yield naik 0,1% saya udah perhatiin. Naik 0,4%, pasti kekeringan likuiditas. Saya cek, ternyata memang bank kekurangan, jadi saya tambah lagi,” kata Purbaya.

Purbaya menambahkan, keputusan ini juga didukung oleh kondisi kas negara yang masih cukup besar di Bank Indonesia. Saat itu, dana pemerintah yang tersimpan di bank sentral disebut mencapai lebih dari Rp 400 triliun.

“Masukin Rp 100 triliun ke perbankan. Tadinya saya mau diam saja, tetapi ya kita bergerak,” ujarnya.

Berbeda dengan skema sebelumnya, penempatan dana kali ini bersifat lebih fleksibel. Pemerintah dapat menarik dana tersebut kapan saja sesuai kebutuhan, tidak seperti sebelumnya yang memiliki tenor sekitar enam bulan.

“Artinya kapan saja bisa ditarik. Kalau yang dahulu kan enam bulanan, sekarang lebih fleksibel,” jelas Purbaya.

Pada tahap awal, penempatan dana difokuskan pada bank-bank yang dinilai lebih mudah dikendalikan. Salah satunya adalah Bank Jakarta yang disebut menerima alokasi sekitar Rp 2 triliun. Sementara itu, bank swasta belum menjadi prioritas dalam penyaluran tahap awal ini.

“Belum untuk swasta, nanti kita lihat. Yang penting yang bisa kita kendalikan dulu,” kata Purbaya.

Ia menilai, dana yang ditempatkan di perbankan tidak semata-mata akan langsung mengalir ke kredit sektor riil. Dalam kondisi pasar saat ini, bank cenderung memilih instrumen yang lebih aman dan likuid, seperti menempatkan dana di Bank Indonesia atau membeli obligasi negara.

“Bank pasti cari yang paling gampang, bisa ke BI atau beli bond. Kalau beli bond, yield bisa ditekan turun lagi,” ujarnya.

Meski demikian, Purbaya mengakui bahwa tambahan Rp 100 triliun tersebut belum cukup besar untuk mengubah kondisi pasar secara drastis. Namun, langkah ini dinilai cukup untuk menahan kenaikan yield agar tidak melonjak terlalu tajam.

“Memang tidak besar, tetapi paling tidak bisa menahan supaya yield tidak naik terlalu tinggi,” kata Purbaya.

Langkah injeksi likuiditas ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas sistem keuangan menjelang periode Lebaran, sekaligus meredam tekanan di pasar obligasi domestik.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Anggota Lembaga Pengelola Investasi

Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Anggota Lembaga Pengelola Investasi

EKONOMI
Purbaya: Pemerintah Masih Punya SAL Rp 420 Triliun

Purbaya: Pemerintah Masih Punya SAL Rp 420 Triliun

EKONOMI
Harga BBM Tak Naik, Purbaya Yakin Defisit di Bawah 3 Persen

Harga BBM Tak Naik, Purbaya Yakin Defisit di Bawah 3 Persen

EKONOMI
Harga Pertamax Belum Naik, Purbaya Sebut Beban Ditanggung Pertamina

Harga Pertamax Belum Naik, Purbaya Sebut Beban Ditanggung Pertamina

EKONOMI
Tahan Harga BBM, Purbaya Ungkap Negara Nombok Rp 100 T untuk Subsidi

Tahan Harga BBM, Purbaya Ungkap Negara Nombok Rp 100 T untuk Subsidi

EKONOMI
Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman meski Harga Minyak Dunia US$ 100

Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman meski Harga Minyak Dunia US$ 100

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT