ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Presiden Ingatkan Siswa Indonesia Optimistis terhadap Negerinya

Senin, 2 Maret 2015 | 12:09 WIB
ES
B
Penulis: Ezra Sihite | Editor: B1
Presiden Joko Widodo saat konferensi pers terkait kisruh KPK-Polri di Istana Merdeka, Jakarta,  18 Februari 2015
Presiden Joko Widodo saat konferensi pers terkait kisruh KPK-Polri di Istana Merdeka, Jakarta, 18 Februari 2015 (BeritaSatu TV)

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan para siswa di Indonesia harus bersikap optimistis terhadap bangsa dan negeri sendiri. Dengan bonus demografi serta potensi yang dimiliki Indonesia, dia mendorong agar para siswa dan siswi menjadi pemimpin di tempatnya masing-masing kelak.

"Anak-anak di sini harus postive thinking, optimistis, jangan ada perasaan pesimistis pada masa depan. Harus yakin itu, karena kita masih meiliki bonus demografi, sumber daya alam jauh lebih baik dari negara lain," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/3), di depan siswa-siswi Taruna Nusantara.

Presiden memaparkan, bonus demografi Indonesia yaitu jumlah penduduk yang besar, yang mencapai 240 juta orang yang bisa dijadikan kekuatan, antara lain modal tenaga kerja untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Indonesia, kata presiden, saat ini masuk dalam 16 ekonomi terbesar dan pada 2030 ditargetkan menjadi salah satu dari tujuh negara ekonomi terkuat. Meskipun demikian, Indonesia masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah.

"Memang masih banyak kekurangan, tantangan. Kemiskinan masih ada 28 juta penduduk, pengangguran 7,2 juta yang harus dicarikan jalan keluarnya. Tapi kalau ekonomi naik 5,7 persen tahun depan, hal-hal yang tadi disampaikan bisa diselesaikan," katanya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu produk domestik bruto (PDB ) Indonesia masuk tiga besar di Asia Tenggara.

Dengan kondisi demikian, Jokowi mendorong agar para siswa-siswi yang akan menjadi penerus masa depan ini mengetahui potensi negerinya. Namun dua hal yang menjadi tugas besar saat ini adalah mengurangi angka kemiskinan dan memberantas korupsi.

"Kemiskinan, korupsi. Posisi kita masih ada di sini. Di ASEAN kalah dengan Singapura, Filipina, Thailand. Ini tugas berat," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon