PLTP Star Energy Terdampak Longsor Pangalengan
Rabu, 6 Mei 2015 | 15:34 WIB
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) PT Star Energy berhenti beroperasi menyusul terjadinya peristiwa longsor di Kampung Cibitung, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB pada 5 Mei kemarin.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan PLTP Wayang Windu berhenti beroperasi lantaran tidak ada suplai uap dari sumur panas bumi. Pasalnya suplai uap terputus akibat sebagian pipa distribusi terbelah menjadi tiga bagian yang terkena longsoran.
"Star Energy menutup sumurnya. Ada beberapa sumur di situ yang suplai uap pipa utama menuju pembangkit. Praktis pembangkitnya stop," kata Rida di Jakarta, Rabu (06/05).
Rida menuturkan PLTP Wayang Windu memiliki kapasitas 227 megawatt (MW). Star Energy memiliki dua unit mesin pembangkit yang masing-masing sebesar 110 megawatt (MW) dan 117 MW. Dia bilang pembangkit itu berhenti beroperasi sejak 5 Mei kemarin dan tidak memasok listrik ke jaringan PT PLN (persero).
Namun sayangnya Rida belum tahu seberapa besar dampak dari terhentinya pasokan listrik itu. "Semenjak kemarin suplai 227 MW itu berhenti ke PLN. PLN sedang menghitung, mudah-mudahan tidak begitu mengganggu," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




