ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dorong Pengembangan Energi Hijau, Pemda Bengkulu Dukung PLN Kembangkan PLTP Hululais dan Kepahiang

Senin, 13 Oktober 2025 | 19:39 WIB
YM
YM
Penulis: Yurike Metriani | Editor: YM
Suasana agenda audiensi antara manajemen PT PLN (Persero) dan Gubernur Bengkulu dalam rangka pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang diselenggarakan di Jakarta pada Kamis, 2 Oktober 2025.
Suasana agenda audiensi antara manajemen PT PLN (Persero) dan Gubernur Bengkulu dalam rangka pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang diselenggarakan di Jakarta pada Kamis, 2 Oktober 2025. (PLN/Istimewa)

Bengkulu, Beritasatu.com — Pemerintah Provinsi dan Kabupaten di Bengkulu menyatakan dukungan penuh terhadap langkah PT PLN (Persero) dalam mengembangkan Panas Bumi di wilayahnya. Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Hululais dan PLTP Kepahiang diyakini akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan mendorong perekonomian daerah. 

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyampaikan apresiasi atas langkah PLN dalam mengakselerasi pembangunan energi bersih di daerahnya. Dirinya menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh agar pembangunan berjalan lancar.

“Kami mendukung penuh pembangunan ini dan berharap agar setiap tahapan dilakukan dengan aman, sesuai prosedur dan memperhatikan kepentingan masyarakat. Dengan demikian, pembangunan ini bisa memajukan daerah dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Bengkulu,” ujar Helmi pada Kamis (2/10/2025).

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan menyampaikan apresiasi atas langkah PLN dalam mengakselerasi pembangunan energi bersih di daerahnya. - (PLN/Istimewa)
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan menyampaikan apresiasi atas langkah PLN dalam mengakselerasi pembangunan energi bersih di daerahnya. - (PLN/Istimewa)
ADVERTISEMENT

Helmi mengatakan pembangunan energi bersih seperti PLTP Hululais dan PLTP Kepahiang sejalan dengan arah pembangunan daerah yang mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Lebong, Azhari juga menyampaikan dukungan penuh terhadap pembangunan infrastruktur kelistrikan, khususnya pembangunan PLTP Hululais yang berada di wilayahnya.

“Sebagai daerah yang menjadi lokasi pembangunan PLTP Hululais, kami tentu sangat mendukung program strategis ini. Kehadiran pembangunan ini bukan hanya tentang pasokan listrik, tetapi juga membawa harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lebong,” ujar Azhari.

Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar menyambut baik kolaborasi yang terjalin antara PLN dan Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten. Menurutnya, pengembangan panas bumi di Bengkulu tidak hanya akan memperkuat sistem kelistrikan nasional, tetapi juga menjadi wujud nyata kolaborasi untuk mencapai kemandirian energi hijau.

“PLN tidak bisa berjalan sendiri dalam mewujudkan transisi energi. Dukungan dan kolaborasi dari pemerintah daerah menjadi modal penting bagi kami untuk memastikan pembangunan PLTP berjalan tepat waktu, tepat mutu dan membawa manfaat besar bagi masyarakat,” ujar Suroso.

Executive Vice President Panas Bumi PLN, John Y.S. Rembet. - (PLN/Istimewa)
Executive Vice President Panas Bumi PLN, John Y.S. Rembet. - (PLN/Istimewa)

Senada dengan hal tersebut, Executive Vice President Panas Bumi PLN, John Y.S. Rembet menegaskan bahwa Bengkulu merupakan salah satu wilayah strategis dalam pengembangan energi bersih berbasis panas bumi. Potensi besar yang dimiliki daerah ini menjadi bagian penting dari pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) nasional.

“Bengkulu dikaruniai potensi panas bumi yang sangat melimpah. Dalam RUPTL 2025–2034, terdapat dua pembangunan utama yang tengah dikembangkan PLN, yaitu PLTP Hululais dengan kapasitas 2x55 MW dan PLTP Kepahiang dengan kapasitas 2x55 MW. Kedua pembangunan ini diharapkan tidak hanya memperkuat sistem kelistrikan Sumatra, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” ujar John. 

John menjelaskan bahwa PLTP Hululais saat ini tengah dalam proses menuju tahap konstruksi, dengan target operasi komersial pada tahun 2028. Sementara, PLTP Kepahiang sedang memasuki tahap finalisasi pemilihan mitra strategis dan ditargetkan beroperasi pada 2030.

Pembangunan panas bumi di Bengkulu akan memberikan multiplier effect yang luas, mulai dari keterlibatan pelaku usaha lokal, penyerapan tenaga kerja, peningkatan infrastruktur akses jalan, hingga program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berkelanjutan.

“Pembangunan PLTP bukan hanya menghadirkan listrik ramah lingkungan, tetapi juga membuka banyak peluang bagi masyarakat. Kami ingin setiap langkah pembangunan dapat berjalan inklusif, melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat setempat, serta membawa manfaat ekonomi dan sosial yang nyata,” jelas John.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Sering Mati Listrik, Pedagang Ikan Hias Probolinggo Terancam Rugi

Sering Mati Listrik, Pedagang Ikan Hias Probolinggo Terancam Rugi

JAWA TIMUR
PLN Percepat Pasokan Batu Bara untuk Atasi Pemadaman di Pulau Jawa

PLN Percepat Pasokan Batu Bara untuk Atasi Pemadaman di Pulau Jawa

EKONOMI
PLN Percepat Pemulihan Sistem Kelistrikan Didukung Kementerian ESDM

PLN Percepat Pemulihan Sistem Kelistrikan Didukung Kementerian ESDM

EKONOMI
PLN Ungkap Penyebab Pemadaman Bergilir di Pulau Jawa

PLN Ungkap Penyebab Pemadaman Bergilir di Pulau Jawa

EKONOMI
Masih Alami Gangguan, PLN Sebut Sistem Kelistrikan Jawa Terkendali

Masih Alami Gangguan, PLN Sebut Sistem Kelistrikan Jawa Terkendali

EKONOMI
Kerap Mati Listrik, PLN Bicara Soal Manajemen Beban

Kerap Mati Listrik, PLN Bicara Soal Manajemen Beban

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon