ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sering Mati Listrik, Pedagang Ikan Hias Probolinggo Terancam Rugi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 19:31 WIB
Z
BW
Penulis: Zulkiflie | Editor: BW
Pedagang ikan hias di Kota Probolinggo menghadapi risiko kerugian akibat pemadaman listrik bergilir, Sabtu 20 Juni 2026.
Pedagang ikan hias di Kota Probolinggo menghadapi risiko kerugian akibat pemadaman listrik bergilir, Sabtu 20 Juni 2026. (Beritasatu.com/Zulkiflie)

Probolinggo, Beritasatu.com — Pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir di Kota Probolinggo, Jawa Timur, menimbulkan keresahan bagi para pelaku usaha ikan hias.

Kondisi tersebut dikhawatirkan memicu kematian ikan yang sangat bergantung pada pasokan oksigen dari aerator.

Salah satu pedagang yang merasakan dampaknya adalah Novian Dimasyah, warga Kelurahan Mayangan, Kota Probolinggo. Selama hampir dua pekan terakhir, ia mengaku harus menghadapi ketidakpastian akibat pemadaman listrik yang kerap terjadi hampir setiap hari.

ADVERTISEMENT

Menurut Novian, sebagian besar ikan hias yang dipeliharanya membutuhkan suplai oksigen yang stabil agar tetap sehat. Ketika listrik padam, alat aerator yang berfungsi memasok oksigen otomatis berhenti bekerja sehingga kondisi ikan menjadi rentan terganggu.

“Kalau listrik padam, aerator ikut mati. Ikan-ikan jadi stres, banyak yang lemas bahkan seperti pingsan. Kalau pemadamannya terus berlangsung lama dan sering terjadi, bisa saja ikan mati,” ujar Novian, Sabtu (20/6/2026).

Ia menjelaskan beberapa jenis ikan hias seperti koi, koki, discus, dan arwana membutuhkan sirkulasi oksigen yang cukup setiap saat. Karena itu, gangguan pasokan listrik menjadi ancaman serius bagi kelangsungan usaha yang dijalaninya.

Untuk meminimalkan risiko kerugian, Novian menerapkan sejumlah langkah darurat selama pemadaman berlangsung. Salah satunya dengan mengurangi volume air di akuarium hingga sekitar setengah kapasitas agar kebutuhan oksigen ikan dapat ditekan.

Selain itu, ia juga meningkatkan pemantauan terhadap kondisi ikan dan memberikan vitamin tambahan guna menjaga daya tahan ikan agar tidak mudah stres.

“Selama listrik mati kami harus lebih sering mengecek kondisi ikan. Kami juga memberikan vitamin supaya daya tahan ikan tetap baik dan tidak mudah stres,” katanya.

Pemadaman listrik bergilir di Kota Probolinggo diketahui berlangsung rata-rata hingga 3 jam. Situasi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari, tetapi juga berdampak langsung pada pelaku usaha yang sangat bergantung pada pasokan listrik.

Novian berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah untuk menormalkan distribusi listrik sehingga aktivitas usaha masyarakat dapat kembali berjalan tanpa hambatan.

“Kami berharap listrik bisa segera normal kembali. Soalnya usaha ikan hias sangat bergantung pada listrik, terutama untuk aerator. Kalau sering padam, risikonya ikan mati dan kami mengalami kerugian,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon