ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Berkaca ke Chile, Pemerintah Didorong Beri Insentif Masyarakat Kelas Menengah

Rabu, 28 Februari 2024 | 13:22 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Ilustras pertumbuhan ekonomi Indonesia. FOTO: ANTARA
Ilustras pertumbuhan ekonomi Indonesia. FOTO: ANTARA

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah diminta memberikan insentif pada masyarakat kelas menengah, tidak hanya pada kelompok miskin seperti yang terjadi saat ini. Langkah tersebut penting untuk menjaga kestabilan dan mencegah gejolak sosial.

"Instrumen perlindungan sosial untuk kelas menengah perlu dipikirkan. Mereka tak tergolong miskin, tetapi guncangan ekonomi akan membawa mereka menjadi kelompok miskin," kata mantan Menteri Keuangan Muhamad Chatib Basri dalam opininya dikutip Rabu (28/2/2024).

Dia mengatakan kelas menengah memang tidak punya banyak pilihan. Instrumen perlindungan sosial juga tidak memadai. Mereka tidak berhak akan bantuan sosial karena bukan termasuk kelompok miskin. "Mereka belum tentu memiliki akses untuk beasiswa Bidik Misi karena tak memiliki surat keterangan tidak mampu (SKTM)," kata  pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) ini.

ADVERTISEMENT

Chatib mengatakan mereka juga harus membayar BPJS sendiri karena bukan bagian dari penerima bantuan iuran (PBI). "Fokus kebijakan ekonomi di banyak negara, termasuk Indonesia, praktis pada kelompok miskin, kelas menengah nyaris terabaikan," kata dia.

Chatib memberikan contoh di Chile. Kinerja ekonomi Chile amat mengesankan. Pendapatan per kapitanya tertinggi di Amerika Latin, pertumbuhan ekonominya tercepat di Amerika Latin, dan tingkat kemiskinan menurun dari 53% (1987) menjadi 6% (2017)—lebih baik dibandingkan Indonesia. Chile memiliki Indeks Pembangunan Manusia terbaik di Amerika Latin.

Dampak dari tekanan ekonomi global dan lambatnya belanja pemerintah mulai terlihat pada konsumsi rumah tangga, khususnya kelompok menengah bawah.

Ironisnya, pada Oktober 2019 terjadi gejolak sosial yang nyaris menimbulkan revolusi. "Ekonom Sebastian Edwards menyebutnya ”The Chilean Paradox”. Mengapa? Salah satu penjelasannya adalah terabaikannya kelas menengah," kata Chatib.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kelas Menengah Menyusut, Pertumbuhan Ekonomi RI Dinilai Rapuh

Kelas Menengah Menyusut, Pertumbuhan Ekonomi RI Dinilai Rapuh

EKONOMI
Waspada! Kelas Menengah Paling Tercekik Kenaikan Harga Energi

Waspada! Kelas Menengah Paling Tercekik Kenaikan Harga Energi

MULTIMEDIA
Daya Beli Masyarakat Jadi Kunci Jaga Ekonomi Kuartal II 2026

Daya Beli Masyarakat Jadi Kunci Jaga Ekonomi Kuartal II 2026

EKONOMI
Hilirisasi Jadi Kunci Indonesia Keluar dari Jebakan Middle Income

Hilirisasi Jadi Kunci Indonesia Keluar dari Jebakan Middle Income

EKONOMI
7 Kebiasaan Finansial yang Bikin Kelas Menengah Susah Kaya

7 Kebiasaan Finansial yang Bikin Kelas Menengah Susah Kaya

EKONOMI
Hipmi Dorong APBN 2026 Beri Insentif untuk Kelas Menengah

Hipmi Dorong APBN 2026 Beri Insentif untuk Kelas Menengah

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon