Dirjen EBTKE: Bioetanol Tawarkan Peluang Investasi Menjanjikan
Senin, 26 Mei 2025 | 16:54 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Eniya Listiani Dewi, mengungkapkan adanya peluang besar untuk berinvestasi di industri bioetanol, bahan bakar yang dihasilkan dari tumbuhan melalui proses fermentasi menggunakan ragi.
Hal ini disampaikannya saat menjadi narasumber di Energi Mineral Forum (EMF) 2025, yang merupakan hasil kolaborasi antara B-Universe dan Kementerian ESDM.
“Potensi investasi ada banyak di sektor bioetanol,” ujar Eniya dalam EMF 2025 yang digelar di Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (26/5/2025).
Eniya menjelaskan bahwa saat ini terdapat peningkatan dalam realisasi pemanfaatan bioetanol, sebagaimana tercatat oleh Pertamina Patra Niaga.
“Bioetanol dengan kandungan 5% dalam Pertamax Green 95 mengalami kenaikan penyerapan. Dari data tahun 2023, tercatat peningkatan menjadi 7.488 kiloliter,” jelasnya.
Ia juga mendorong masyarakat untuk lebih aktif membeli produk bahan bakar berbasis bioetanol di SPBU, karena memberikan efek berganda bagi petani jagung, tebu, dan singkong sebagai pemasok komoditas utama bahan baku bioetanol.
“Kementerian ESDM menargetkan dukungan terhadap 13 perusahaan untuk memproduksi bioetanol. Saat ini baru ada lima perusahaan, dua di antaranya telah beroperasi secara berkelanjutan. Sementara tiga lainnya sedang dalam proses pembangunan,” tambah Eniya.
Melihat pengalaman pada industri biodiesel, Kementerian ESDM kini tengah melakukan pemetaan kemampuan industri dalam negeri, guna menyusun kesepakatan standarisasi produksi bioetanol nasional.
Forum EMF 2025 ini merupakan penyelenggaraan perdana dan bertujuan menjadi wadah dialog antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, dan investor untuk membahas tantangan, peluang, serta arah masa depan sektor energi dan mineral di Indonesia termasuk bioetanol. Harapannya melalui acara ini, para pihak bisa mendapatkan kepastian terkait langkah yang perlu diambil di masa depan untuk menciptakan ekositem sektor energi dan mineral yang baik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




