Rumah Subsidi 14 Meter Disebut Tak Layak dan Tidak Sehat
Selasa, 17 Juni 2025 | 14:45 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Rencana pemerintah untuk memperkecil batas ukuran rumah subsidi hingga 18 meter persegi menuai beragam tanggapan. Terlebih setelah munculnya mockup rumah seluas 14 meter persegi yang dipamerkan pengembang dan memicu diskusi luas di masyarakat.
Menanggapi hal tersebut Pengamat Properti, Ali Tranghanda, menilai bahwa rumah dengan ukuran sekecil itu belum layak secara kesehatan, terutama jika ditujukan bagi keluarga.
“Rencana awal pemerintah mengeluarkan aturan paling kecil 14 m persegi, kemudian ada opsi prototype 14 m persegi dan 18 m persegi. Menurut saya, ukuran tersebut masih tidak layak dan tidak sehat, apalagi jika target pasarnya adalah keluarga,” kata Ali kepada Beritasatu.com, Selasa (17/6/2025).
Menurutnya, konsep rumah mungil seperti itu bisa saja diterima jika diperuntukkan bagi kaum urban yang tinggal sendiri atau masih lajang, khususnya di wilayah perkotaan. Namun untuk keluarga, ukuran tersebut dianggap tidak memenuhi standar kenyamanan.
“Berbeda bila rumah tersebut dibangun di perkotaan dan ditujukan untuk kaum urban pekerja yang sebagian besar masih single,” ujarnya.
Ali pun menyarankan agar pemerintah dan pengembang mulai fokus pada pengembangan hunian vertikal untuk menjawab kebutuhan perumahan di kawasan padat seperti kota besar.
“Saat ini budaya tinggal di hunian vertikal memang belum tersosialisasi dengan baik. Tapi dalam transformasi kota ke depan, tren tinggal di hunian vertikal tak bisa dihindari, karena keterbatasan lahan,” jelasnya.
Pemerintah sebelumnya mengungkapkan bahwa regulasi terkait rumah subsidi dengan luasan kecil masih dalam tahap uji publik. Sementara itu, pengembang seperti Lippo Group telah memamerkan rumah contoh seluas 14 m persegi yang mendapat beragam reaksi dari publik, khususnya kalangan muda.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




