ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

90,55 Persen Anggaran Kementerian PKP untuk Bangun Rumah Rakyat

Kamis, 30 April 2026 | 22:24 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Ilustrasi rumah subsidi.
Ilustrasi rumah subsidi. (Antara/Vista Land)

Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengalokasikan mayoritas anggaran tahun 2026 untuk program pembangunan perumahan rakyat.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengatakan, sebesar 90,55% atau sekitar Rp 9,34 triliun dari total pagu anggaran Rp 10,31 triliun difokuskan pada program fisik perumahan.

“Program pembangunan rumah untuk rakyat, termasuk BSPS dan lainnya, mencapai 90,55%. Ini menunjukkan orientasi kami benar-benar untuk bantuan masyarakat dan pembangunan,” ujar Maruarar dilansir dari Antara, Kamis (30/4/2026).

Berdasarkan data kementerian, pagu anggaran tersebut ditargetkan untuk pembangunan sebanyak 406.260 unit rumah.

ADVERTISEMENT

Dari total anggaran, Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) menjadi porsi terbesar dengan nilai Rp 8,57 triliun untuk 400.000 unit rumah atau sekitar 83,1% dari total anggaran.

Selain BSPS, alokasi juga mencakup pembangunan rumah susun sebesar Rp 373,56 miliar, rumah khusus Rp 199,63 miliar, bantuan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) Rp 25,25 miliar, serta penataan kawasan kumuh dan sanitasi Rp 170,30 miliar.

Sementara itu, anggaran untuk belanja gaji dan operasional tercatat sebesar 8,91%, sedangkan pengawasan, pengendalian, dan monitoring hanya 0,5%. Maruarar menambahkan, pihaknya menetapkan target penyerapan anggaran secara bertahap setiap bulan agar realisasi tidak menumpuk di akhir tahun.

Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden dan Kementerian Keuangan agar distribusi belanja negara lebih merata sepanjang tahun.

Adapun target serapan anggaran ditetapkan sebesar 6,21% pada 1 Mei, meningkat menjadi 17,84% pada 1 Juni, 26,81% pada 1 Juli, dan 40,25% pada 1 Agustus.

Selanjutnya, target naik menjadi 53,15% pada 1 September, 67,21% pada 1 Oktober, 78,47% pada 1 November, serta 87,45% pada 1 Desember.

Untuk akhir tahun, pemerintah menargetkan realisasi serapan mencapai 97,48%, lebih tinggi dibandingkan capaian sekitar 96% pada tahun sebelumnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kurangi Beban Rakyat, Menteri PKP Ajak Pemda Sinergikan Program Rumah

Kurangi Beban Rakyat, Menteri PKP Ajak Pemda Sinergikan Program Rumah

EKONOMI
Menteri PKP Dapat Lampu Hijau dari KPK untuk Garap Lahan Sitaan

Menteri PKP Dapat Lampu Hijau dari KPK untuk Garap Lahan Sitaan

NASIONAL
Profil Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman

Profil Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman

NASIONAL
PNM Bersama Menteri PKP Berikan Pembiayaan Terjangkau untuk Renovasi Rumah Usaha Nasabah Mekaar di Malang

PNM Bersama Menteri PKP Berikan Pembiayaan Terjangkau untuk Renovasi Rumah Usaha Nasabah Mekaar di Malang

EKONOMI
Menteri PKP Gandeng Gubernur Jakarta Genjot KUR Perumahan

Menteri PKP Gandeng Gubernur Jakarta Genjot KUR Perumahan

JAKARTA
Menteri Ara: Skema Mikro Perumahan Bisa Selamatkan Warga dari Rentenir

Menteri Ara: Skema Mikro Perumahan Bisa Selamatkan Warga dari Rentenir

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon