IHSG Ambruk! Investor Khawatir AS Ikut Serang Iran
Kamis, 19 Juni 2025 | 14:31 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) ambruk pada penutupan sesi I hari ini, Kamis (19/6). IHSG turun tajam sebesar 99,97 poin atau 1,41%, dan bertengger di level 7.007,8.
Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut gejolak pasar dipicu oleh sentimen negatif dari Asia, menyusul kekhawatiran meningkatnya ketegangan geopolitik akibat potensi serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.
“Pejabat senior AS sedang mempersiapkan kemungkinan serangan terhadap Iran dalam beberapa hari mendatang,” tulis Pilarmas dalam riset hariannya.
Informasi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa konflik antara Iran dan Israel dapat meluas, terutama setelah Presiden AS Donald Trump menggelar pertemuan dengan Dewan Keamanan Nasional guna membahas opsi keterlibatan langsung dalam konflik bersenjata.
Pilarmas menilai, jika ketegangan ini berlanjut, maka dapat memicu kerugian besar secara global, mengganggu stabilitas kawasan, dan memperburuk hubungan diplomatik AS dengan sejumlah negara lainnya.
Pada sisi lain, pasar juga mencermati keputusan Federal Reserve (The Fed) yang mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25%-4,50%.
Ketidakpastian meningkat setelah Ketua The Fed, Jerome Powell memperingatkan bahwa tarif dagang Presiden Trump dapat mendorong inflasi lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.
“Sehingga ketidakpastian yang disebabkan oleh tarif mempersulit upaya bank sentral untuk melonggarkan kebijakan,” tulis Pilarmas.
Saham yang menguat pada sesi ini, antara lain FUJI, LABA, CSIS, BALI, dan SULI. Sementara itu, saham-saham yang tertekan cukup dalam, di antaranya MTFN, BTEK, OBAT, CABUT, dan MBSS.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




