The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga di Tengah Tekanan Trump
Rabu, 30 Juli 2025 | 17:56 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan pada Rabu (30/7/2025), 6 hari setelah Presiden AS Donald Trump kembali mendesak pemangkasan biaya pinjaman dalam kunjungan langka ke markas The Fed di Washington.
Trump menginginkan pemotongan tajam suku bunga dari level saat ini 4,25%-4,50% menjadi 1%. Namun, banyak ekonom menilai langkah tersebut tidak sejalan dengan kondisi ekonomi AS yang relatif stabil dalam 6 minggu terakhir sejak pertemuan The Fed sebelumnya.
Meski Trump gencar menekan Ketua The Fed Jerome Powell dengan kritik terbuka, para pembuat kebijakan tampaknya tetap pada sikap hati-hati. Bahkan di antara para pendukung pemangkasan, mayoritas anggota Federal Open Market Committee (FOMC) lebih condong pada opsi pemotongan kecil sebesar seperempat poin persentase dibandingkan langkah agresif yang diinginkan Gedung Putih.
Hingga saat ini, usulan pemangkasan moderat hanya didukung terbuka oleh dua pejabat The Fed yang ditunjuk Trump, yakni Gubernur Christopher Waller dan Wakil Ketua Bidang Pengawasan Michelle Bowman. Keduanya diperkirakan bisa menyatakan dissent atau ketidaksetujuan apabila The Fed kembali menahan suku bunga.
“Kami memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga untuk kelima kalinya secara beruntun dan mempertahankan sinyal kebijakan yang ada,” tulis ekonom Deutsche Bank, Matthew Luzzetti, dikutip dari Reuters.
Ia menambahkan, kemungkinan Bowman dan Waller akan menyatakan dissent, yang bisa menjadi pertama kalinya sejak 1993 dua gubernur The Fed tidak sepakat dengan keputusan mayoritas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




