Harga Emas Dunia Kembali Melemah Dipicu Inflasi AS dan Perang Iran
Kamis, 14 Mei 2026 | 08:07 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Harga emas dunia kembali terkoreksi pada perdagangan Rabu (13/5/2026) dan mencatat pelemahan untuk hari kedua secara berturut-turut. Tekanan terhadap logam mulia dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi global akibat konflik Iran, sehingga harapan pemangkasan suku bunga Amerika Serikat (AS) semakin menurun.
Melansir Reuters, Kamis (14/5/2026), perhatian investor juga tertuju pada pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping yang dinilai berpotensi memengaruhi arah hubungan dagang kedua negara.
Harga emas spot ditutup melemah 0,57% ke posisi US$ 4.688 per ons troi. Sementara kontrak berjangka emas AS justru naik tipis 0,22% menjadi US$ 4.697 per ons troi.
Namun pada perdagangan Kamis pagi, harga emas spot di Bloomberg kembali menguat sebesar 15,01 poin atau 0,32% menjadi US$ 4.703 per ons troi.
Emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun, kenaikan suku bunga biasanya menjadi sentimen negatif bagi logam mulia karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen investasi lainnya.
Selain faktor geopolitik, pasar juga mencermati data inflasi konsumen AS periode April yang menunjukkan kenaikan lanjutan. Inflasi tahunan bahkan tercatat mengalami lonjakan terbesar dalam tiga tahun terakhir.
Bank Sentral AS atau The Fed sebelumnya mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50% hingga 3,75% pada bulan lalu. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini semakin kecil memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga sepanjang tahun ini.
Pada sisi lain, Trump tiba di China untuk menjaga stabilitas gencatan perang dagang yang masih rapuh, sekaligus membahas peluang kesepakatan ekonomi baru di tengah tekanan domestik akibat konflik Iran.
Sentimen tambahan datang dari India yang menaikkan tarif impor emas dan perak menjadi 15% dari sebelumnya 6%. Kebijakan itu ditempuh guna menekan impor logam mulia sekaligus menjaga cadangan devisa negara. Sebagai informasi, India merupakan konsumen logam mulia terbesar kedua di dunia.
Kenaikan tarif impor tersebut dinilai berpotensi menekan permintaan emas dalam jangka panjang.
Sementara itu, harga perak spot melonjak 1,1% menjadi US$ 87,5 per ons setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam dua bulan terakhir. Harga platinum naik 0,25% menjadi US$ 2.136 per ons, sedangkan paladium menguat 0,27% ke level US$ 1.499 per ons troi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




