Update Harga Emas Dunia Rabu Sore Seusai Naik Tinggi
Rabu, 13 Mei 2026 | 17:47 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Harga emas dunia melemah pada perdagangan Rabu (13/5/2026) sore seusai data inflasi Amerika Serikat (AS) menunjukkan kenaikan yang lebih tinggi dari perkiraan. Kondisi ini membuat harapan pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) semakin menurun.
Pelaku pasar juga tengah menanti pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing yang diperkirakan akan membahas konflik Iran hingga hubungan dagang kedua negara.
Berdasarkan laporan Reuters, harga emas spot turun 0,4% menjadi US$ 4.694,59 per ons troi pada pukul 16.46 WIB. Penurunan ini terjadi setelah emas sempat menyentuh level tertinggi dalam tiga pekan pada sesi sebelumnya.
Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni justru naik tipis 0,3% menjadi US$ 4.702,40 per ons troi.
Penguatan dolar AS turut menekan harga emas. Indeks dolar tercatat mencapai level tertinggi dalam lebih dari sepekan, sehingga membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Data inflasi AS yang dirilis Selasa (12/5/2026) menunjukkan inflasi konsumen meningkat lagi pada April 2026. Kenaikan tahunan inflasi tercatat sebagai yang terbesar dalam tiga tahun terakhir. Lonjakan harga minyak akibat perang AS-Israel melawan Iran disebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong inflasi naik.
Analis UBS, Giovanni Staunovo, mengatakan data inflasi yang lebih tinggi membuat The Fed kemungkinan akan menahan suku bunga lebih lama. Kondisi ini kemungkinan membuat harga emas bergerak mendatar dalam jangka pendek. Ia menambahkan, arah data ekonomi AS ke depan akan sangat memengaruhi pergerakan emas dunia.
Di sisi lain, konflik Timur Tengah masih belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian. Presiden Donald Trump mengatakan dirinya tidak berharap membutuhkan bantuan China untuk mengakhiri perang dengan Iran, menjelang pertemuannya dengan Xi Jinping.
Harga emas tercatat telah turun lebih dari 10% sejak perang AS-Iran dimulai pada akhir Februari lalu. Kenaikan harga minyak akibat konflik memicu kekhawatiran inflasi tinggi dan suku bunga yang bertahan tinggi lebih lama. Padahal, emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun, suku bunga tinggi biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi atau deposito.
Selain emas, harga logam mulia lainnya juga bergerak melemah. Harga perak spot turun 0,1% menjadi US$ 86,61 per ons troi setelah sempat mencapai level tertinggi sejak 11 Maret 2026. Platinum turun 0,1% menjadi US$ 2.123,80 per ons troi, sedangkan paladium melemah 0,1% menjadi US$ 1.489,18 per ons troi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




