AS Dapat 15 Persen dari Penjualan Cip Nvidia dan AMD ke China
Selasa, 12 Agustus 2025 | 06:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Nvidia dan AMD sepakat untuk membagi 15 persen pendapatan dari penjualan cip mereka ke China kepada pemerintah Amerika Serikat (AS).
Kesepakatan ini dikonfirmasi oleh seorang pejabat pemerintah AS yang enggan disebutkan namanya karena kebijakan tersebut belum diumumkan secara resmi, dikutip dari AP, Selasa (12/8/2025).
Kesepakatan ini muncul setelah pemerintahan Presiden Donald Trump menghentikan penjualan cip komputer canggih ke China pada April lalu dengan alasan keamanan nasional. Namun, pada Juli, Nvidia dan AMD mengungkapkan bahwa AS mengizinkan kembali penjualan cip H20 dan MI308 yang digunakan untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Financial Times juga melaporkan bahwa pembagian pendapatan ini menjadi syarat bagi Nvidia dan AMD untuk mendapatkan lisensi ekspor guna melanjutkan penjualan ke China.
Nvidia tidak memberikan komentar rinci soal kesepakatan tersebut, tetapi menegaskan akan mematuhi aturan ekspor yang ditetapkan pemerintah AS.
"Kami mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah AS untuk partisipasi di pasar global. Meskipun kami belum mengirim H20 ke China selama berbulan-bulan, kami berharap aturan ekspor akan memungkinkan Amerika bersaing di China dan dunia," tulis Nvidia dalam pernyataannya kepada AP.
Pada Juli 2025, Nvidia memperingatkan bahwa pembatasan ekspor cip ke China dapat menghambat daya saing perusahaan AS di salah satu pasar teknologi terbesar di dunia. Mereka juga mengingatkan bahwa kebijakan tersebut berisiko mendorong negara lain untuk beralih ke teknologi AI buatan China.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Prabowo Sambut 3 Jenazah Prajurit TNI di Bandara Soekarno-Hatta




