RDG Perdana, Thomas Djiwandono Soroti Kinerja Perbankan
Kamis, 19 Februari 2026 | 19:35 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Thomas Djiwandono untuk pertama kalinya mengikuti Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) periode Februari 2026 sebagai Deputi Gubernur BI.
Kehadiran Thomas kali ini berbeda dari sebelumnya. Ia tidak lagi hadir sebagai perwakilan Kementerian Keuangan, melainkan sebagai anggota Dewan Gubernur BI setelah resmi dilantik pada 9 Februari 2026.
Sebagaimana diketahui, Thomas resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur BI di hadapan Ketua Mahkamah Agung Sunarto, menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri dan kini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Dalam RDG perdananya sebagai Deputi Gubernur BI, Thomas menyoroti dua hal utama, yakni ketahanan sektor perbankan dan penguatan sinergi kebijakan dengan pemerintah.
Pertama, ia menegaskan kondisi likuiditas dan permodalan perbankan nasional tetap kuat di tengah dinamika global. Menurutnya, Bank Indonesia telah melakukan liquidity stress test melalui Departemen Surveilans Makroprudensial, Moneter, dan Market (DSSM).
"Permodalan perbankan tetap kuat. Liquidity stress test telah dilakukan oleh DSSM, di mana hasil stress test itu juga menunjukkan ketahanan perbankan terhadap skenario tekanan eksternal," ungkap Thomas dalam Rapat Dewan Gubernur BI, Kamis (19/2/2026).
Kedua, Thomas menambahkan pentingnya membangun narasi pertumbuhan ekonomi yang terpadu melalui koordinasi lintas otoritas. Ia menyampaikan bahwa BI tengah mempersiapkan koordinasi lanjutan dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Danantara, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Koordinasi tersebut bertujuan membangun narasi kebijakan yang komprehensif dan terintegrasi, khususnya untuk disampaikan kepada investor dan lembaga pemeringkat kredit (credit rating agencies) ke depan.
“Selain kebijakan yang sudah dijelaskan Gubernur, kami sedang mempersiapkan koordinasi lebih lanjut untuk membangun narasi terpadu mengenai pertumbuhan ekonomi yang bisa dikhususkan kepada investor dan credit rating agencies di kemudian hari,” katanya.
Dengan latar belakang kebijakan fiskal, kehadiran Thomas di Dewan Gubernur BI dinilai dapat memperkuat bauran kebijakan moneter dan fiskal, khususnya dalam menjaga stabilitas harga dan sistem keuangan di tengah ketidakpastian global.
Adapun RDG tersebut dipimpin oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dan dihadiri Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti, serta Deputi Gubernur Filianingsih Hendarta, Ricky P Gozali, dan Aida S Budiman.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Pilot Hilang, AS Hadapi Tantangan Berat Pencarian
Lagi-lagi AS-Israel Serang Fasilitas Nuklir Iran
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Prabowo Sambut 3 Jenazah Prajurit TNI di Bandara Soekarno-Hatta




