ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Nilai Emisi Obligasi dan Sukuk pada 2026 Sudah Tembus Rp 28,71 T

Sabtu, 28 Februari 2026 | 11:17 WIB
H
H
Penulis: Herman | Editor: HE
Karyawan melintas di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta.
Karyawan melintas di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Jakarta, Beritasatu.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, hingga akhir Februari 2026, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat pada tahun ini mencapai 30 emisi dari 21 emiten dengan nilai Rp 28,71 triliun.

Secara keseluruhan, hingga saat ini total obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 677 emisi dengan nilai outstanding Rp 560,01 triliun dan US$ 134,01 juta, yang diterbitkan oleh 133 emiten.

Selama periode 23–27 Februari 2026, BEI mencatatkan delapan efek baru, terdiri atas enam obligasi dan dua sukuk.

ADVERTISEMENT

Pada Rabu (25/2/2026), obligasi berkelanjutan VI tahap II tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT Indomobil Finance Indonesia resmi tercatat di BEI dengan nilai pokok Rp 2,5 triliun. Obligasi ini memperoleh peringkat AA- (double A minus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), dengan PT Bank Mega Tbk sebagai wali amanat.

Masih di hari yang sama, PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry mencatatkan dua instrumen sekaligus, yakni obligasi berkelanjutan IV tahap II tahun 2026 senilai Rp 1,05 triliun dan sukuk mudharabah berkelanjutan II tahap II tahun 2026 senilai Rp 1,55 triliun. Pefindo memberikan peringkat idA untuk obligasi dan idA(sy) untuk sukuk, dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk sebagai wali amanat.

Pada Kamis (26/2/2026), PT Surya Artha Nusantara Finance mencatatkan obligasi berkelanjutan V tahap II tahun 2026 senilai Rp 1,2 triliun. Obligasi ini memperoleh peringkat idAA (double A) dari Pefindo, dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai wali amanat.

Di hari yang sama, PT Bank Pan Indonesia Tbk (Bank Panin) juga mencatatkan obligasi berkelanjutan IV tahap IV tahun 2026 senilai Rp 2,71 triliun, berperingkat idAA dari Pefindo, dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai wali amanat.

Sementara itu pada Jumat (27/2/2026), PT Federal International Finance mencatatkan obligasi berkelanjutan VII tahap III tahun 2026 dengan nilai Rp 2,5 triliun. Obligasi ini memperoleh peringkat tertinggi AAA(idn) dari Fitch Ratings Indonesia, dengan BRI sebagai wali amanat.

Masih pada hari yang sama, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk turut mencatatkan obligasi berkelanjutan VII tahap III Tahun 2026 senilai Rp 2 triliun serta sukuk mudharabah berkelanjutan VI tahap III Tahun 2026 senilai Rp 500 miliar. Keduanya memperoleh peringkat idAAA dan idAAA(sy) dari Pefindo, dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebagai wali amanat.

Selain obligasi korporasi, BEI juga mencatat surat berharga negara (SBN) sebanyak 186 seri dengan nilai nominal Rp 6.683,44 triliun dan US$ 352,10 juta. Sementara itu, efek beragun aset (EBA) tercatat sebanyak tujuh emisi dengan total nilai Rp 3,69 triliun.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT