ProPak Asia 2026 Perkuat Posisi Thailand sebagai Hub Teknologi ASEAN
Minggu, 8 Maret 2026 | 09:00 WIB
Bangkok, Beritasatu.com - Peta industri pemrosesan dan pengemasan di Asia Tenggara sedang mengalami pergeseran besar. Di tengah persaingan ketat pasar global, Thailand mengukuhkan posisinya bukan sekadar sebagai produsen, melainkan sebagai pusat teknologi (technology hub) bagi kawasan ASEAN.
Ambisi ini ditegaskan oleh Sanchai Noombunnam, Country General Manager Informa Markets Thailand, dalam persiapan menyambut ProPak Asia 2026. Menurut Sanchai, pameran tahun depan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah lompatan strategis untuk mengoneksikan lebih banyak orang dan teknologi mutakhir.
Salah satu poin paling krusial adalah keputusan berani memindahkan lokasi pameran dari BITEC ke IMPACT Muang Thong Thani. Sanchai menjelaskan bahwa keputusan ini didorong oleh kebutuhan akan skala pameran yang lebih ideal.
"Mengingat pentingnya pameran ini, dibutuhkan skala dan tempat pameran yang ideal. Teknologi terus meningkat, maka lokasi kami pindahkan ke IMPACT untuk mengakomodasi lebih banyak inovasi dan kesempatan bisnis yang lebih besar," ujar Sanchai.
Jika pada 2025 luas area di BITEC hanya sekitar 50.000 meter persegi, maka di ProPak Asia 2026, area pameran melonjak menjadi 65.000 meter persegi yang mencakup Challenger Hall 1-3. Luar biasanya, Sanchai mengungkap bahwa meski acara baru akan digelar Juni 2026, 95% lahan pameran sudah terisi oleh peserta.
Sanchai memosisikan Thailand sebagai "pintu masuk" utama bagi pemain global yang ingin mencicipi pasar ASEAN. Data menunjukkan bahwa nilai ekspor industri makanan Thailand kini sangat kompetitif, berada tepat di bawah raksasa seperti China dan Jepang.
"Banyak orang datang ke sini untuk mendapatkan jaringan (network). Pameran ini membuka kesempatan bisnis yang luas karena Thailand adalah gateway bagi industri makanan, kesehatan, hingga farmasi," tambah Sanchai.
Yang menarik, keterlibatan asing dalam ProPak Asia 2026 mencapai angka yang sangat signifikan, yakni 56% peserta berasal dari luar Thailand. Sanchai mengakui bahwa meskipun Thailand bukan pelaku utama dalam pembuatan mesin prosesing dan pengepakan, posisi Thailand sangat strategis untuk menarik para inovator global.
Untuk tahun 2026, Sanchai menargetkan angka kunjungan yang ambisius yakni 90.000 total pengunjung dengan pengunjung internasional mencapai 15.000 orang.
Lebih lanjut, meskipun sektor makanan tetap menjadi kontributor terbesar, Sanchai menegaskan bahwa ProPak Asia terus berkembang mengikuti permintaan pasar. Sektor kesehatan dan farmasi kini menjadi pilar pertumbuhan baru yang didorong oleh tingginya permintaan ekspor dari Thailand ke wilayah ASEAN.
Bahkan, Sanchai memberikan bocoran untuk masa depan: pada ProPak 2027, mereka berencana membawa profil baru yaitu sektor labouring untuk melengkapi ekosistem industri yang ada.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PSEL di Makassar Dipercepat untuk Atasi Praktik Open Dumping
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Situasi Lebanon Memanas, KSAD Maruli: Prajurit TNI Sudah Paham SOP!




