IEA Minta Negara G7 Lepas Cadangan Minyak
Selasa, 10 Maret 2026 | 04:19 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Lonjakan harga minyak dunia akibat memanasnya konflik di Timur Tengah menjadi perhatian negara-negara ekonomi besar. Para menteri keuangan negara anggota group of seven (G7) menggelar pertemuan daring untuk membahas dampak perang terhadap stabilitas pasar energi global.
Dilansir dari Al Jazeera, Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan dalam pertemuan tersebut International Energy Agency (IEA) mendorong negara-negara anggota untuk melakukan pelepasan cadangan minyak darurat secara terkoordinasi.
“IEA meminta setiap negara melakukan pelepasan cadangan minyak secara terkoordinasi,” kata Katayama dalam konferensi pers seusai pertemuan virtual para menteri keuangan G7, Senin (9/3/2026).
Menurut Katayama, langkah kolektif tersebut dinilai penting untuk meredam gejolak pasar energi yang dipicu konflik di Iran serta potensi gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.
Pertemuan para menteri keuangan G7 digelar setelah harga minyak dunia melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir. Pada perdagangan Senin, harga minyak dilaporkan menembus lebih dari US$ 119 per barel.
Kenaikan harga tersebut dipicu kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan terganggunya pasokan energi global akibat konflik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.
Negara-negara G7 kini memantau secara ketat perkembangan konflik tersebut serta dampaknya terhadap stabilitas ekonomi global, khususnya pada sektor energi dan pasar keuangan internasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PSEL di Makassar Dipercepat untuk Atasi Praktik Open Dumping
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Situasi Lebanon Memanas, KSAD Maruli: Prajurit TNI Sudah Paham SOP!




