ASN Junior Akan Diprioritaskan untuk Miliki Rumah Subsidi
Selasa, 17 Maret 2026 | 04:07 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo menegaskan pemerintah akan memprioritaskan aparatur sipil negara (ASN), khususnya ASN junior, untuk memiliki rumah melalui program pembangunan hunian bersubsidi.
Pernyataan tersebut disampaikan Hashim saat peresmian pembangunan rumah susun bersubsidi berbasis konsep transit oriented development (TOD) di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (16/3/2026).
Hashim mengatakan pemerintah berkomitmen memberikan akses perumahan yang lebih luas bagi ASN yang belum memiliki hunian, terutama bagi pegawai dengan masa kerja yang masih relatif baru.
“Di samping PT Kereta Api Indonesia (Persero), saya sudah janji semua ASN, ASN junior yang belum dapat rumah dan perumahan juga harus dapat prioritas. ASN bukan hanya Kementerian Perhubungan, tetapi juga ASN dari kementerian lain itu sudah janji kita. Kita harus adil,” ujar Hashim.
Pada kesempatan tersebut, Hashim juga meminta agar pembangunan hunian vertikal rakyat di kawasan tersebut dapat dimaksimalkan dengan menambah jumlah lantai bangunan.
Ia menyampaikan arahan kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono agar pembangunan hunian dapat dirancang lebih tinggi sehingga jumlah unit yang tersedia bisa bertambah.
“Kalau teknis karena lahan kan jarang, lahan terbatas. Kalau bisa 24 lantai. Saya kira dengan arsitek dan semuanya itu bisa diarahkan lagi supaya unitnya lebih banyak,” kata Hashim.
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memulai pembangunan delapan tower hunian yang terbagi dalam dua blok, yaitu Blok G dan Blok F di kawasan Manggarai.
Selain di Jakarta, KAI juga merencanakan pembangunan hunian serupa di beberapa kota lain. Proyek tersebut antara lain akan dibangun di kawasan Kiara Condong Bandung, Stasiun Dr Karyadi Semarang, serta Stasiun Gubeng Surabaya.
Di kawasan Kiara Condong Bandung, proyek hunian akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 7.600 meter persegi dengan total 753 unit hunian yang terbagi dalam dua tower.
Sementara itu, di kawasan Dr Karyadi Semarang, hunian akan dibangun di atas lahan sekitar 1,2 hektare dengan total 1.042 unit yang juga terdiri dari dua tower.
Adapun di kawasan Stasiun Gubeng Surabaya, pembangunan direncanakan mencakup sekitar 1.489 unit hunian dalam dua tower yang berdiri di atas lahan sekitar 1,2 hektare.
Program pembangunan hunian berbasis TOD ini diharapkan dapat menyediakan tempat tinggal yang lebih terjangkau sekaligus mendukung mobilitas masyarakat yang bekerja di kawasan perkotaan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




