2.000 ASN di Sulsel Dilatih Jadi Komcad
Selasa, 31 Maret 2026 | 01:17 WIB
Makassar, Beritasatu.com – Sebanyak 2.000 aparatur sipil negara (ASN) se-Sulawesi Selatan mengikuti latihan dasar militer sebagai bagian dari pembentukan Komponen Cadangan (Komcad). Program ini menjadi bentuk dukungan terhadap kebijakan Presiden Prabowo di sektor pertahanan sekaligus penguatan nilai bela negara.
Pembukaan latihan digelar di lapangan upacara markas Rindam XIV/Hasanuddin, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (30/3/2026). Kegiatan ini dibuka Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan Letjen TNI Gabriel Lema, bersama Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.
Andi Sudirman menyebut Sulawesi Selatan menjadi pionir pembentukan Komponen Cadangan di tingkat pemerintah daerah. Program ini diharapkan memperkuat sistem pertahanan nasional berbasis partisipasi warga negara.
“Hari ini kami membuka pelaksanaan latihan dasar Komponen Cadangan dari ASN dan kepala desa. Sulawesi Selatan menjadi daerah pertama yang melaksanakan program ini," ujarnya.
Sebanyak 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan terlibat dalam program ini. Peserta merupakan ASN yang telah melalui seleksi ketat dengan batas usia maksimal 35 tahun.
Total peserta tercatat sebanyak 2.033 orang. Pelatihan berlangsung selama satu setengah hingga dua bulan, dengan fokus pada pembentukan karakter kebangsaan, disiplin, serta nilai bela negara.
"Kegiatan ini berlangsung selama dua bulan dan merupakan kerja sama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan Kementerian Pertahanan pada tahun anggaran 2026. Tujuannya adalah membentuk cadangan strategis dari ASN yang berusia di bawah 35 tahun, untuk meningkatkan nilai patriotisme dan kewajiban bela negara, sekaligus mendukung program Presiden terkait Komponen Cadangan Nasional," tuturnya.
Program Komcad menjadi langkah konkret Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam mendukung kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto di sektor pertahanan. Program ini juga menyiapkan sumber daya manusia yang siap dikerahkan dalam kondisi darurat maupun menghadapi ancaman terhadap kedaulatan negara.
Kurikulum pelatihan disusun sistematis dan dipandu pelatih profesional dari lingkungan Kodam melalui Rindam XIV/Hasanuddin. Pelatihan tidak hanya menekankan kedisiplinan, tetapi juga membangun kerja sama, solidaritas, dan empati antarpeserta.
Setelah mengikuti pelatihan, ASN diharapkan mengalami perubahan positif dalam pola pikir dan karakter, terutama dalam meningkatkan tanggung jawab terhadap bangsa dan negara.
Program ini sekaligus mengingatkan setiap warga negara memiliki kewajiban menjaga kedaulatan negara, selain hak yang dimiliki.
"Program ini menunjukkan bahwa aparatur sipil negara merupakan kekuatan strategis yang sangat penting dalam sistem pertahanan negara ke depan," pungkas Gabriel Lema.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




