Bank Mandiri Bukukan Laba Bersih Rp14,58T
Kamis, 29 Oktober 2015 | 23:16 WIB
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk membukukan laba bersih konsolidasi hingga kuartal ketiga tahun ini sebesar Rp14,58 triliun, hanya tumbuh 0,9% (yoy). Hingga akhir tahun, Bank Mandiri mengaku masih optimis laba perseroan masih dapat tumbuh positif kendati diproyeksi dibawah 10%.
Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin menuturkan hingga kuartal ketiga tahun ini, Bank Mandiri masih mencatat pendapatan bunga bersih perseroan masih tumbuh 14,6% (yoy) menjadi Rp32,45 triliun, sedangkan pendapatan non bunga perseroan tumbuh 23,5% (yoy) menjadi Rp13,16 triliun. Sejalan dengan itu, menurut dia, laba operasional perseroan sebelum provisi (pre-provision operating profit/PPOP) perseroan hingga kuartal ketiga tahun lalu juga masih tumbuh sekitar 21,19% (yoy) menjadi Rp27,3 triliun.
"PPOP kami masih tumbuh dikisaran 20%, tapi memang laba bersih kami tumbuh sekitar 0,9% karena kami masih perbesar di pencadangan. Kami lihat kinerja kualitas kredit belum membaik. Kami perkirakan laba kami sampai akhir tahun masih tumbuh positif single digit," ujar Budi dalam paparan kinerja Bank Mandiri di Jakarta, Kamis (29/10).
Hingga kuartal tiga ini, Bank Mandiri menambah biaya pencadangan pada kuartal ketiga tahun ini sebesar Rp8,49 triliun, naik 126,4% dibanding tambahan provisi pada kuartal III 2014 sebesar Rp3,75 trilun. Sedangkan pada kuartal III tahun ini saja, bank Mandiri menambah biaya pencadangannya sebesar Rp4,49 triliun, naik signifikan dari tambahan biaya pencadangan pada kuartal II lalu sebesar Rp2,5 triliun.
Dengan tambahan biaya pencadangan tersebut, maka total cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) kredit Bank Mandiri pada kuartal III tahun ini mencapai Rp21,45 triliun, naik 24% (yoy) dibanding kuartal III tahun lalu sebesar Rp2,05 triliun.
"Coverage ratio kami secara bank only di kuartal III ini saat ini mencapai sekitar 160%, mungkin terbesar kedua di industri. Sedangkan secara konsolidasi sekitar 130%," terang dia.
Pada kuartal ketiga tahun ini, Bank Mandiri membukukan penyaluran kredit secara konsolidasi sebesar 10,7% (yoy) menjadi Rp560,5 triliun. Sedangkan secara bank only, kredit Bank Mandiri tumbuh lebih tinggi yakni sebesar 11,3% (yoy) menjadi Rp502,78 triliun. Dari penyaluran kredit tersebut, kredit baru yang disalurkan Bank Mandiri pada kuartal ketiga tahun ini tercatat sebesar Rp73,01 triliun. Adapun margin bunga bersih (net interest margin/NIM) Bank Mandiri pada kuartal III tahun ini tercatat sebesar 5,81%, turun dari kuartal III tahun lalu sebesar 5,9% tetapi meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 5,76%.
Pertumbuhan kredit Bank Mandiri, terutama didorong oleh pertumbuhan kredit pada segmen mikro yang tumbuh 22,3% (yoy) menjadi Rp40 triliun, disusul kredit pada segmen komersial yang tumbuh 16,9% (yoy) menjadi Rp149,5 triliun. Kemudian kredit pada segmen usaha kecil tumbuh 11,3% (yoy) menjadi Rp57,9 triliun, demikian pula kredit pada segmen konsumer yang tumbuh 11,3% (yoy) menjadi Rp69,5 triliun. Sedangkan kredit korporasi hanya tumbuh 5,1% (yoy) menjadi Rp185,8 triliun.
"Kredit sampai akhir tahun kami perkirakan akan di kisaran 11-13%. Di kuartal empat kemungkinan permintaan kredit akan membaik dan kredit di kuartal empat bisa tumbuh dikisaran 12-13%,"jelas dia.
Adapun kualitas kredit Bank Mandiri pada kuartal ketiga tahun ini tercatat mengalami penurunan. Hal ini terlihat dari peningkatan rasio NPL Bank Mandiri baik secara gross maupun net dari masing-masing sebesar 2,16% dan 0,82% pada kuartal ketiga tahun lalu menjadi 2,81% dan 1,071%.
Menurut Budi, laju penurunan kualitas kredit dari kolektabilitas dua menjadi kolektabilitas 3, 4, dan 5 atau masuk kategori NPL sudah mulai membaik. Dengan demikian diharapkan, kualitas kredit perseroan pun akan membaik di kuartal keempat ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




