ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kemhub Minta Trase KA Cepat Diubah

Rabu, 16 Desember 2015 | 07:19 WIB
TD
B
Penulis: Thresa Sandra Desfika | Editor: B1
Ilustrasi kereta cepat Jakarta-Bandung
Ilustrasi kereta cepat Jakarta-Bandung (Istimewa)

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemhub) menginstruksikan agar PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengubah trase kereta cepat Jakarta-Bandung karena berhimpitan dengan trase Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek sekitar satu-dua kilometer (km) di Jatibening, Bekasi Barat. Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemhub Hermanto Dwiatmoko mengatakan, untuk perubahan trase itu, regulator menawarkan dua alternatif, yakni dengan membuat lintasan baru yang lebih melebar dibandingkan trase sebelumnya atau membangun dengan sistem underpass di sekitar trase LRT.

"Untuk membangun di atasnya LRT, Menteri Perhubungan menginstruksikan agar tidak dilakukan karena nanti bisa bermasalah kepemilikannya antara LRT yang memakai dana negara dan HSR (high speed railway) yang dibangun swasta," kata dia di Jakarta, Selasa (15/12).

Namun, Hermanto menjelaskan, untuk opsi membuat lintasan baru yang lebih melebar, KCIC perlu membebaskan lahan pemukiman penduduk. Sedangkan, apabila memilih opsi underpass, perusahaan patungan konsorsium BUMN Indonesia dan BUMN Tiongkok itu perlu mengeluarkan biaya pembangunan sekitar Rp 1 triliun per meter.
"Itu nantinya diserahkan kepada mereka (KCIC). Kami hanya memberikan dua alternatif itu, lewat underpass atau membebaskan lahan," ungkap dia.

Hermanto mengungkapkan, sebenarnya masalah himpitan trase itu muncul setelah ada presentasi dari KCIC. Kala itu, perusahaan tersebut meminta Kemenhub untuk mengubah trase LRT. Tetapi, hal tersebut bukanlah sebuah opsi lantaran, proyek LRT yang digarap Adhi Karya sudah direncanakan lebih awal. Karena itu, sambung Hermanto, Kemhub sudah mengirimkan surat pemberitahuan kepada KCIC atas dua alternatif yang diberikan itu. Surat tersebut dikirim pada Selasa (15/12).
"Kami tidak akan mengubah trase LRT. Proyek yang datang kemudian lah yang harus menyesuaikan, bukan proyek sudah direncanakan lebih dulu," imbuh Hermanto.

ADVERTISEMENT

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon