ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Realisasi Indikator Ekonomi Makro 2015

Pertumbuhan Ekonomi 4,73%, Inflasi 3,1%

Minggu, 3 Januari 2016 | 10:37 WIB
AB
AB
Penulis: Anselmus Bata | Editor: AB
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (Antara/Zabur Karuru)

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemkeu) telah menghitung realisasi atas sejumlah proyeksi yang ditetapkan dalam APBN Perubahan (APBNP) 2015. Dari lima indikator utama ekonomi, ada yang pencapaiannya di bawah target, tetapi ada juga yang melampaui target.

Berdasarkan keterangan tertulis Kemkeu yang diterima redaksi Minggu (3/1), pertumbuhan ekonomi 2015 diperkirakan mencapai 4,73 persen, lebih rendah dari asumsi pertumbuhan ekonomi pada APBNP 2015 sebesar 5,7 persen. Pertumbuhan tersebut didorong oleh konsumsi rumah tangga dan percepatan pengeluaran pemerintah, teutama pada semester kedua 2015.

Sedangkan tingkat inflasi diperkirakan hanya 3,1 persen, lebih rendah dari asumsi inflasi yang digunakan dalam APBNP tahun 2015 sebesar 5,0 persen. Rendahnya laju inflasi, terutama disebabkan terjaganya pasokan barang kebutuhan pokok masyarakat seiring peningkatan produksi pangan dan jalur distribusi, ekspektasi inflasi yang menurun, serta perubahan skema subsidi energi.

Kemudian, realisasi rata-rata suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan mencapai 5,97 persen, atau sedikit di bawah asumsi APBNP 2015 sebesar 6,2 persen. Hal tersebut dipengaruhi terutama oleh masih tingginya permintaan surat berharga negara, meskipun likuiditas global relatif ketat.

ADVERTISEMENT

Realisasi rata-rata nilai tukar rupiah sepanjang 2015 mencapai Rp 13.392 per dolar AS atau mengalami pelemahan dibandingkan dengan asumsi APBNP 2015 sebesar Rp 12.500 per dolar AS. Depresiasi nilai tukar rupiah tersebut dipengaruhi faktor internal, antara lain permintaan valas untuk pembayaran utang dan dividen. Dari faktor eksternal, pelemahan rupiha terjadi karena kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat dan depresiasi yuan.

Selanjutnya, realisasi rata-rata harga minyak mentah Indonesia hanya mencapai US$ 50 per barel, atau lebih rendah dari asumsi dalam APBNP 2015 sebesar US$ 60 per barel. Hal ini terjadi karena lemahnya permintaan global serta masih tingginya pasokan minyak dunia.

Untuk realisasi rata-rata lifting minyak mentah dan gas Indonesia dalam periode Desember 2014 sampai November 2015 mencapai 779.000 barel per hari atau di bawah target APBNP 2015 sebesar 825.000 barel per hari. Demikian juha dengan realisasi lifting gas mencapai 1,195 juta barel setara minyak per hari atau di bawah target APBNP 2015 sebesar 1,221 juta barel setara minyak per hari.

Tabel Realisasi Indikator Ekonomi Makro 2015

Indikator Makro EkonomiAsumsi APBNP 2015Realisasi Desember 2015
Pertumbuhan Ekonomi (%)5,74,73*
Inflasi (%)5,03,1*
Tingkat Bunga SPN 3 Bulan (%)6,25,97
Nilai Tukar (Rp/US$)12.50013.392
Harga Minyak (US$/barel)6050
Lifting Minyak (barel)825.000779.000
Lifting Gas (juta barel setara minyak)1,2211,195

Keterangan:
* Angka sementara 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon