ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Program 35.000 MW

Proyek Pembangkit 10.000 MW Mulai Konstruksi Tahun Ini

Kamis, 3 Maret 2016 | 14:42 WIB
RA
WP
Penulis: Retno Ayuningtyas | Editor: WBP
Ilustrasi jaringan listrik.
Ilustrasi jaringan listrik. (Jakarta Globe/Dhana Kencana)

Jakarta - PT PLN (Persero) menargetkan bakal ada groundbreaking (peletakkan batu pertama) pembangkit listrik dengan total kapasitas sekitar 10.000 megawatt (MW) pada tahun ini.

Hingga saat ini, PLN sudah menandatangani perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) dan kontrak konstruksi (rekayasa, pengadaan, dan konstruksi/engineering, procurement, and construction/EPC) ntuk pembangkit berkapasitas total 19.000 MW. Dari angka tersebut, kontrak EPC atau proyek yang didanai perseroan sendiri sebanyak 2.920 MW.

"Pada tahun ini pembangkit yang besar-besar akan groundbreaking. Sekitar lebih dari 10.000 MW bisa groundbreaking," kata Direktur Pengadaan PLN Supangkat Iwan Santosa dalam jumpa pers di Kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Kamis (3/3).

Meski sudah groundbreaking, lanjut dia, bukan berarti pembangkit akan mulai operasi dalam waktu dekat. Sebagian besar pembangkit program 35.000 MW baru akan mulai beroperasi pada 2018-2019. Pihaknya optimistis program 35.000 MW akan selesai sesuai target pemerintah pada 2019. "Kami optimistis pada 2019 sudah selesai, terutama yang kontraknya sudah ditandatangan," ujar Iwan.

ADVERTISEMENT

Hal yang sama juga diungkapkan Menteri ESDM Sudirman Said. Menurutnya, terlalu dini untuk menyatakan program 35.000 MW ini tidak bisa terwujud. Apalagi pihaknya terus bekerja keras memantau progres program ini. "Dulu 10.000 MW bisa grounbreaking tahun ini juga orang tidak menyangka. Kalau kerja serius, progres pasti bisa," tegas dia.

Proyek 35.000 MW dikerjakan oleh Independent Power Producer (IPP) 25.000 MW dan digarap PLN sendiri 10.000 MW. Selain proyek ini, saat ini telah ada konstruksi pembangkit listrik dengan total kapasitas 7.000 MW.

Berdasarkan roadmap, pembangkit yang masuk dalam kedua proyek tersebut yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun lalu sebesar 3.793 MW. Selanjutnya, pembangkit sebesar 4.213 MW ditargetkan beroperasi pada 2016, 6.379 MW pada 2017, 9.238 pada 2018, dan 19.319 MW pada 2019.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Dorong Pengembangan Energi Hijau, Pemda Bengkulu Dukung PLN Kembangkan PLTP Hululais dan Kepahiang

Dorong Pengembangan Energi Hijau, Pemda Bengkulu Dukung PLN Kembangkan PLTP Hululais dan Kepahiang

EKONOMI
Cuaca Buruk, Prabowo Resmikan Proyek Energi Terbarukan secara Daring

Cuaca Buruk, Prabowo Resmikan Proyek Energi Terbarukan secara Daring

EKONOMI
Bahlil: Proyek EBT di 15 Provinsi Gaet Investasi Rp 25 Triliun

Bahlil: Proyek EBT di 15 Provinsi Gaet Investasi Rp 25 Triliun

EKONOMI
Daftar PLTP-PLTS di 15 Provinsi yang Baru Diresmikan Prabowo

Daftar PLTP-PLTS di 15 Provinsi yang Baru Diresmikan Prabowo

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon