Tiga PLTP Pertamina 165 Megawatt Siap Beroperasi Tahun Ini
Rabu, 15 Juni 2016 | 15:31 WIB
Jakarta- PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya di sektor panas bumi, yaitu PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), berupaya merealisasikan tiga proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTP) berkapasitas total 165 megawatt tahun ini sesuai proyeksi, bahkan diupayakan dipercepat. Tiga pembangkit tersebut adalah PLTP unit tiga di Ulubelu Lampung berkapasitas 55 megawatt, PLTP Lahendong unit 5 di Sulawesi Utara berkapasitas 55 megawatt, dan unit satu PLTP Karaha di Jawa Barat berkapasitas 55 megawatt.
"Percepatan proyek pembangunan dari target awal itu guna mendukung program pemerintah terkait ketahanan energi nasional," kata Sekretaris Perusahaan PGE, Tafif Azimudin di Jakarta, Rabu (15/6).
Dia mengatakan, proyek Ulubelu unit tiga dijadwalkan mulai beroperasi pada Agustus 2016 sesuai target rencana tanggal operasi komersial (commercial operation date/COD). Sementara proyek Lahendong unit lima dijadwalkan beroperasi Desember 2016. PGE juga mulai mengoperasikan proyek Karaha unit 1 pada Desember 2016 sesuai target dalam COD. "Total tambahan kapasitas terpasang dari proyek-proyek panas bumi PGE dalam pengembangan di atas 160 MW. Saat ini kapasitas terpasang PLTP yang dikelola PGE sebesar 437 MW," ujar dia.
Anggota Dewan Energi Nasional sekaligus Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia, Abadi Purnomo, mengatakan percepatan COD biasanya dampak percepatan penyelesaian engineering, procurement and contract (EPC ) baik karena performa kontraktor dari sisi manajemen proyek, finansial maupun kapabilitas dan ketersediaan uap di kepala sumur. Khusus di proyek Ulubelu, karena ini sudah unit ketiga, infrastruktur sudah disiapkan dengan baik. "Biaya pembangunan PLTP memang mahal, karena kita merambah ke sumber daya di bawah tanah dengan uncertainty dan risiko besar," katanya.
PGE juga telah menuntaskan pemboran untuk sumur di PLTP yang akan beroperasi (on streaming). Masing-masing dua pemboran eksplorasi sumur pada proyek Ulubelu unit 3, pemboran eksplorasi 2 sumur di Lahendong unit 5, dan pemboran KURS tiga sumur pada proyek Karaha unit 1. Pengoperasian PLTP diproyeksikan meningkatkan produksi listrik panas bumi Pertamina. Sepanjang 2015, produksi panas bumi Pertamina sebesar 3.056,82 GWH, naik dibandingkan 2014 sebesar 2.831,40 GWH dan dan 2013 sebesar 2.961,85 GWH.
Berdasarkan data PT Pertamina (Persero), hingga kuartal I 2016, produksi panas bumi Pertamina mencapai 761,51 GWH atau naik 6,3 persen pada kuartal I 2016 dibandingkan periode sama tahun lalu. Peningkatan produksi ini juga terkait dengan biaya operasi yang terus turun. Sepanjang Januari-April 2016, biaya operasi turun menjadi US$ 3,1 per ton dibandingkan sepanjang 2015 sebesar US$ 3,7 per ton atau 2014 sebesar US$ 3,4 ton dan 2013 sebesar US$ 3,5 per ton.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




