BI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini di Atas 5%
Jumat, 5 Agustus 2016 | 16:04 WIB
Jakarta- Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun 2016 ini dapat tumbuh di atas 5 persen. Pada kuartal kedua tahun ini, ekonomi tercatat tumbuh sebesar 5,18 persen meningkat di atas pertumbuhan kuartal pertama sebesar 4,91 persen.
Gubernur BI Agus Martowardojo menuturkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua tahun ini memang berada di atas ekspektasi BI yang sebelumnya memperkirakan hanya tumbuh 4,94 persen. "Kami harapkan kondisi di semester kedua tahun ini akan lebih baik dan kami bayangkan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini akan di atas 5 persen," ujar Agus di Jakarta, Jumat (5/8)
Pertumbuhan ekonomi kuartal kedua yang berada di atas ekspektasi menurut Agus didukung ekspor yang lebih baik dari hasil kajian BI sebelumnya. "Ekspor kami perkirakan tertekan, tapi ternyata lebih baik, beberapa komoditas menunjukkan harga yang lebih baik dan tidak sediakan sebelumnya.
BI juga menyambut baik rencana pemerintah yang akan memangkas pengeluaran anggaran Rp 133 triliun sebagai upaya pemerintah menjaga fiskal. Kendati defisit anggaran meningkat dari proyeksi sebelumnya sebesar 2,35 persen menjadi 2,5 persen seiring kekurangan penerimaan negara dari target sekitar Rp 200 triliun.
Di sisi lain, menurut Agus, perubahan asumsi rupiah menjadi Rp 13.300 per dolar Amerika Serikat (AS), masih berada dalam range asumsi rupiah BI sebesar Rp 13.300 hingga Rp 13.500 tahun ini.
BI sebelumnya mengaku membuka ruang pelonggaran kebijakan moneter yang didukung kuatnya kondisi ekonomi Indonesia dan persepsi positif Undang-undang Pengampunan Pajak serta menurunnya suku bunga pada sejumlah negara maju. Di sisi lain, inflasi juga terjaga dimana pada minggu pertama Agustus, BI mencatat deflasi sebesar 0,06 persen.
Ekonom UOB Group Ho Woei Chen menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua ini konsisten dengan stabilnya ekonomi di negara Asia, termasuk Tiongkok. Di sisi lain, pemotongan anggaran kendati tidak mengganggu sektor infrastruktur, diperkirakan tetap memberikan dampak pada ekspektasi pertumbuhan ekonomi semester kedua tahun ini.
Chen juga menilai pelonggaran moneter yang dikeluarkan BI secara agresif sejak awal tahun tak mampu memperkuat pertumbuhan. Seiring rendahnya inflasi dan stabilnya nilai tukar rupiah, BI diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga acuannya pada Agustus atau September mengikuti perubahan di suku bunga acuan pada 7-day reverse repo rate.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




