ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pertumbuhan Industri Lambat karena Masyarakat Indonesia Lebih Cinta Produk Asing

Sabtu, 13 Agustus 2016 | 21:03 WIB
VS
FB
Penulis: Vento Saudale | Editor: FMB

Bogor - Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) menganggap dunia industri nasional masih bisa dioptimalkan secara maksimal.

Hal itu dipaparkan Ketua KEIN Soetrisno Bachir saat membuka workshop media KEIN di Kota Bogor, Sabtu (13/8).

Soetrisno mengatakan, saat ini pertumbuhan sektor industri nasional masih berjalan lamban. Dibandingkan dengan Thailand, terutama Vietnam yang saat ini mulai bertumbuh pesat dan hampir mendahui perkembangan ekonomi industri di Indonesia.

Adapun faktor utama masih lambatnya pertumbuhan industri secara nasional dikarenakan habit atau kebiasaan masyarakat Indonesia yang lebih dominan menggunakan produk-produk dari luar negeri sehingga barang lokal kalah bersaing dan tidak berkembang di dalam negeri.

ADVERTISEMENT

"Dengan jumlah penduduk 250 juta jiwa, Indonesia sebetulnya potensial untuk bisa memajukan industri seperti UKM. Namun, sifat konsumtif masyarakat kita lebih menyukai barang produk luar dibanding produk dalam negeri," tuturnya.

Soetrino membandingkan dengan masyarakat Jepang dan Korea Selatan yang bangga menggunakan dan membeli produk dalam negeri. "PR KEIN ke depan juga merubah mindset dan habit tersebut. Peran itulah yang paling penting dan di diambil dari peran media," katanya.

Untuk itu, peran media massa sangat diperlukan untuk membangun sektor industri untuk lebih kompetitif.

"Peran media sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Media juga dianggap yang paling potensial dalam mempengaruhi naik-turunnya pertumbuhan ekonomi, khususnya dalam sektor industri," paparnya.

Workshop Media KEIN sendiri, diikuti 35 peserta dari media cetak dan elektronik nasional dan regional. Sedangkan dalam dua hari tersebut, para awak media dibekali dengan beberapa paparan mulai dari tema Makro ekonomi, Perdagangan, Agrobisnis, Industri kreatif, Logistik, dan perbankan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon