ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pertamina Perluas Pasar Retail di Indochina

Kamis, 6 Oktober 2016 | 19:06 WIB
RA
B
Penulis: Retno Ayuningtyas | Editor: B1
Petugas memeriksa mesin pengisian ulang bahan bakar minyak di SPBU, Jakarta.
Petugas memeriksa mesin pengisian ulang bahan bakar minyak di SPBU, Jakarta. (Antara/M Agung Rajasa)

Jakarta - PT Pertamina  akan merambah pasar BBM retail di Indochina, seperti Thailand, Vietnam, Kamboja, dan Myanmar. Ekspansi pasar hilir dimulai dari wilayah ini lantaran perseroan mengincar negara berkembang yang lebih mudah perizinannya.

"Kamboja dan Myanmar mana yang bisa masuk dulu, tetapi untuk pasar jenuh seperti Thailand sudah susah, kecuali kami mengakuisisi satu perusahaan di sana," jelas Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto di Jakarta, Kamis (6/10)

Di Myanmar, Pertamina mengikuti lelang yang diadakan Myanma Petroleum Products Enterprise (MPPE), perusahaan migas pelat merah Myanmar. Jika menang, Pertamina akan membentuk perusahaan patungan bersama MPPE. Begitu JV terbentuk, Pertamina akan langsung memiliki 18 depo BBM dan 12 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Produk yang dipasarkan nantinya masih menggunakan dua merk (co-branding), yakni Pertamina dan MPPE.

"Investasi yang dibutuhkan sekitar US$ 33 juta," ujar Direktur Hilir Pertamina Ahmad Bambang. Setelah itu, Pertamina juga bisa memasok SPBU lain seperti model SPBU dealer owned dealer operated (DODO) di Indonesia.
Selain Myanmar, lanjut Bambang, Pertamina juga akan memperluas bisnis BBM ke Kamboja. Pihaknya telah ditawari kerja sama oleh perusahaan migas asal Kamboja. Jika terealisasi, sama dengan di Myanmar, Pertamina dan perusahaan tersebut akan membentuk perusahaan patungan.

ADVERTISEMENT

"Jadi kami akan JV dengan perusahaan yang sudah punya izin di sana. Tetapi berbeda dengan Myanmar, merek produknya diganti Pertamina," papar dia.

Sama dengan di Myanmar, tambahnya, Pertamina juga akan langsung memiliki SPBU di Kamboja. Tetapi, kerja sama tersebut tidak mencakup kepemilikan depo penyimpanan BBM. Pihaknya juga belum bisa memastikan berapa jumlah SPBU yang akan dimiliki di Kamboja.

Di luar negeri, Pertamina telah memiliki satu perusahaan patungan, yakni Pertamina International Timor SA, kerja sama dengan 4-Consortio Timor Progresso (4-CTP). Perusahaan ini mengurus bisnis perseroan di Timor Leste. Saat ini, bisnis utama Pertamina di Timor Leste adalah memasok BBM, Solar, Avtur, Pelumas, dan Elpiji.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Hipmi Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Solar Subsidi

Hipmi Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Solar Subsidi

EKONOMI
Persiapkan Pemimpin Masa Depan, Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus-Kampus di Indonesia

Persiapkan Pemimpin Masa Depan, Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus-Kampus di Indonesia

EKONOMI
Krisis Solar, Pemkab Pandeglang Minta Tambahan Kuota ke Pertamina

Krisis Solar, Pemkab Pandeglang Minta Tambahan Kuota ke Pertamina

BANTEN
Pertamina Jamin Stok Solar Subsidi untuk Nelayan Kecil di Cilacap

Pertamina Jamin Stok Solar Subsidi untuk Nelayan Kecil di Cilacap

JAWA TENGAH
Perkuat Rantai Pasok Nasional, UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp 10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Perkuat Rantai Pasok Nasional, UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp 10,6 Miliar di Inabuyer 2026

EKONOMI
Pertamina dan Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi dan Infrastruktur Strategis

Pertamina dan Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi dan Infrastruktur Strategis

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon