ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

UOB Indonesia Targetkan Masuk 10 Bank Beraset Besar

Rabu, 19 Oktober 2016 | 23:33 WIB
DK
B
Penulis: Devie Kania | Editor: B1
PT Bank UOB Indonesia (Perseroan) mengelar acara Due Diligence Meeting & Public Expose Obligasi Berkelanjutan I Bank UOB Indonesia Tahap I Tahun 2016 dan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank UOB Indonesia Tahap I Tahun 2016 di Jakarta, Rabu (19/10).
PT Bank UOB Indonesia (Perseroan) mengelar acara Due Diligence Meeting & Public Expose Obligasi Berkelanjutan I Bank UOB Indonesia Tahap I Tahun 2016 dan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank UOB Indonesia Tahap I Tahun 2016 di Jakarta, Rabu (19/10). (Beritasatu Photo / Uthan A Rachim/Uthan A Rachim)

Jakarta – PT Bank UOB Indonesia menargetkan masuk dalam jajaran 10 bank dengan total aset terbesar di Indonesia dalam jangka waktu lima tahun. Saat ini, UOB Indonesia berada di peringkat 14 bank beraset besar.

Direktur Utama UOB Indonesia Kevin Lam mengatakan, dalam jangka panjang perseroan berkomitmen untuk terus berkembang di Indonesia. Oleh sebab itu, selain ekspansi UOB Indonesai juga akan meningkatkan layanan kepada nasabah. Pasalnya, saat pasar dan perseroan bertumbuh di sisi lain bank lain juga terus mengembangkan bisnis.

"Pesaing kami kan juga kuat dan bagus, sehingga perseroan perlu kerja keras untuk mewujudkan rencana jangka panjang," kata Lam di sela acara jumpa pers penawaran umum berkelanjutan UOB Indonesia di Jakarta, Rabu (19/10).

Berdasarkan laporan keuangan Juni 2016, total kredit UOB Indonesia mencapai Rp 60,93 triliun. Secara year on year (yoy) kredit tersebut naik 10,64% dibanding periode Juni 2015 yang sebesar Rp 55,07 triliun. Pada periode tersebut, aset UOB Indonesia tumbuh 4,38% dari 83,63 triliun menjadi Rp 87,29 triliun.

ADVERTISEMENT

Berkaitan dengan penyaluran kredit, Direktur Keuangan UOB Indonesia Mulyono Tjandra menuturkan, secara komposisi portofolio modal kerja mendominasi sebesar 67%. Sementara itu, kredit investasi perseroan menempati porsi 22,47% terhadap total kredit dan sisanya kredit konsumsi.

"Dari sisi segmen, perseroan banyak portofolio kredit untuk medium (menengah, komersial) dan wholesale (korporasi). Ke depan, selain kredit jenis investasi dan modal kerja kami berencana membesarkan kredit konsumer untuk melakukan ekspansi kredit," ungkap dia.

Untuk mewujudkan rencana peningkatan bisnis di segmen konsumer, menurut Mulyono, secara spesifik UOB Indonesia berniat meningkatkan bisnis di kredit pemilikan rumah (KPR).

Penawaran Obligasi

Pada kesempatan itu, UOB Indonesia mengadakan due diligence meeting dan public expose dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Bank UOB Indonesia Tahap I Tahun 2016, dan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank UOB Indonesia Tahap I Tahun 2016 dengan target pengumpulan dana sebesar Rp 3 triliun.

UOB Indonesia akan menawarkan Obligasi Berkelanjutan I Bank UOB Indonesia dengan nilai pokok maksimum Rp 1 triliun. Tahap pertama terdiri atas tiga seri yaitu Seri A berjangka waktu 370 hari dengan tingkat bunga sebesar 6,75-7,40% per tahun, Seri B berjangka waktu tiga tahun dengan tingkat bunga 7,50-8,25% per tahun, dan Seri C berjangka waktu lima tahun dengan tingkat bunga 7,75-8,50% per tahun.

Perseroan juga menawarkan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank UOB Indonesia dengan nilai pokok Rp100 miliar. Obligasi ini menawarkan tingkat bunga sebesar 9,25-10,00% per tahun. Pembayaran bunga obligasi akan dilakukan setiap tiga bulan.

Obligasi Berkelanjutan I Bank UOB Indonesia dan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank UOBI ndonesia masing-masing mendapatkan rating AAA (Triple A) dan AA (Double A) dari Fitch Ratings Indonesia.

Aksi korporasi berupa penawaran obligasi tersebut adalah bagian dari strategi perseroan untuk memiliki sumber dana jangka panjang sekaligus mendukung ekspansi KPR. Penawaran obligasi subordinasi bertujuan untuk memperkuat permodalan.Hingga semester I-2016, perseroan memiliki rasio kewajiban penyediaan modal minimum (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 16,87%. Pada periode tersebut, UOB Indonesai memiliki total modal inti (tier I) Rp 10,61 triliun dan tier II (modal pelengkap) mencapai Rp 1,66 triliun.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon