ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Otomotif Industri Andalan Indonesia

Kamis, 4 Mei 2017 | 22:25 WIB
HK
B
Penulis: Harso Kurniawan | Editor: B1
Wakil Presiden Jusuf Kalla meninjau pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 27 April 2017
Wakil Presiden Jusuf Kalla meninjau pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 27 April 2017 (Beritasatu.com/Herman)

Jakarta - Pusat Data Bisnis Indonesia (PPBI) merilis riset tentang industri otomotif Indonesia bertajuk Profile and Anatomy of Indonesia Automotive Industry. PDBI meyakini otomotif bakal menjadi industri adalan Indonesia sekaligus bagian dari rantai pasokan otomotif dunia saat memasuki usia seabad atau pada 2027.

Hal itu sejalan dengan langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadikan otomotif sebagai industri andalan Indonesia pada peresmian pabrik Mitsubishi Motors Corporation di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, belum lama ini.

"Tonggak sejarah seabad industri otomotif di Indonesia yang bila dicermati dapat menumbuhkan optimisme dan rasa percaya diri dalam pembangunan industri otomotif Indonesia sesuai harapan Wapres Jusuf Kalla ketika meresmikan IIMS 2017," tulis PDBI dalam keterangan resmi, Kamis (4/5).

PDBI mencatat, dinamika empiris historis industri otomotif Indonesia dimulai hampir seabad yang lalu pada 1927. Saat itu, General Motors mendirikan pabrik perakitan di Tanjung Priok, pabrik kedua di Asia setelah Yokohama, Jepang. GM memilih Jakarta ketimbang Singapura karena insentif kebijakan.

ADVERTISEMENT

Seperempat abad kemudian (1953) Dr Hasyim Ning mendirikan pabrik perakitan kedua PT Indonesia Service Company dan menjadi distributor berbagai merek mobil, mulai dari Ford dan Fiat, sehingga dikenal sebagai raja mobil Indonesia yang terus menguasai pangsa pasar mobil Indonesia hingga awal 1970-an. Pada 1969, William Soeryadjaja, pendiri Astra, membeli bekas pabrik GM dari status BUMN PN Gaya Motor. Ini menjadi awal imperium otomotif Astra yang menggantikan Hasyim Ning sebagai raja mobil Indonesia hingga 1991.

Selanjutnya, pada 1996, kebijakan mobil nasional Presiden Soeharto dirilis. Sebagian menilai, ini merupakan kebijakan tepat. Namun, aplikasinya berbasis nepotisme dan waktunya berbenturan dengan krisis moneter 1997-1998, sehingga berujung kegagalan total.

Di seluruh dunia, industri otomotif mengalami konsolidasi, sehingga Amerika Serikat (AS) kini hanya punya dua merek nasional, yakni GM dan Ford, sedangkan Chrysler sudah berpatungan dengan Fiat. Jerman punya tiga merek, Mercedes Benz, BMW, dan Volkswagen, sedangkan Prancis Citroen Renault dan Peugeot. Hanya Jepang masih bertahan dengan delapan merek, yakni Toyota, Nissan (mitra dengan Renault), Honda, Mazda, Mitsubishi, Isuzu, Suzuki, Subaru. Di luar 16 merek global itu, hanya Korea Selatan (Korsel) yang mampu menembus industri mobil global dengan merk Hyundai dan KIA.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BYD Siap Caplok Pabrik VW di Jerman: Ancaman Nyata bagi Industri Eropa

BYD Siap Caplok Pabrik VW di Jerman: Ancaman Nyata bagi Industri Eropa

OTOTEKNO
Jepang Bantu Indonesia Kembangkan Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Jepang Bantu Indonesia Kembangkan Bahan Bakar Ramah Lingkungan

EKONOMI
Industri Otomotif Dunia Dibayangi Krisis 1970-an karena Perang Iran

Industri Otomotif Dunia Dibayangi Krisis 1970-an karena Perang Iran

OTOTEKNO
Ekonom: Lapangan Kerja Jadi Kunci Dongkrak Penjualan Otomotif

Ekonom: Lapangan Kerja Jadi Kunci Dongkrak Penjualan Otomotif

EKONOMI
Debut di IIMS 2026, Changan Tampilkan Lumin dan Deepal S07 untuk Perkuat Eksistensi di Indonesia

Debut di IIMS 2026, Changan Tampilkan Lumin dan Deepal S07 untuk Perkuat Eksistensi di Indonesia

OTOTEKNO
IIMS 2026

IIMS 2026

MULTIMEDIA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon