Wapres: Rakyat Butuh Optimisme
Kamis, 2 November 2017 | 12:03 WIB
Jakarta - Dengan kondisi politik yang stabil dan situasi ekonomi global yang membaik, ekonomi Indonesia tahun 2018 akan bertumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun ini. Pers perlu membangkitkan optimisme masyarakat bahwa Indonesia sudah berada di jalur yang benar untuk bertumbuh menjadi negara sejahtera.
"Saya optimistis, ekonomi tahun depan lebih baik," kata Wapres Muhammad Jusuf Kalla dalam dialog dengan para pemimpin redaksi pada breakfast meeting "Prospek Ekonomi Indonesia 2018" di Jakarta, Kamis (2/11).
Menurut Jusuf Kalla, kondisi ekonomi global sudah membaik. Keadaan ini akan mendongkrak ekspor komoditas Indonesia. Dengan membaiknya bisnis pertambangan dan agribisnis, penerimaan pajak akan meningkat. Lapangan pekerjaan kembali terbuka dan pendapatan rakyat akan kembali meningkat.
Politik Indonesia juga relatif stabil. Meski berita media massa acap menyampaikan konflik politik dan guncangan politik, dalam kenyataan tidak ada turbulensi serius, apalagi instabilitas. Tidak ada rivalitas antarparpol.
"Kita bisa koalisi partai di pusat dan daerah. Bisa beda sesuai pertimbangan praktis," kata wapres.
Partai pendukung pemerintah di pusat, cukup banyak yang berkoalisi dengan partai oposisi di daerah dalam pilkada.
Dalam kondisi politik yang stabil, investasi meningkat. Indonesia mencatat kenaikan peringkat kemudahan berinvestasi dari 91 ke peringkat 72. Wapres menyatakan pemerintah akan terus memperbaiki kemudahan berinvestasi. Namun, Indonesia menghadapi sejumlah masalah, terutama sektor industri yang tertinggal. Dengan jumlah penduduk yang mencapai 260 juta dan angkatan kerja sebesar 131,5 juta, Indonesia tak bisa hanya mengandalkan pertanian.
"Kenyataan, pendapatan sebagian besar petani di bawah UMP," kata wapres.
Menilik kenyataan ini, industri harus dibangun karena di sektor ini tenaga kerja yang terserap lebih banyak dengan pendapatan yang lebih tinggi.
Untuk mendorong kemajuan industri, lanjut wapres, Indonesia harus memperbaiki sejumlah faktor. Pertama, meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Kedua, mengikuti perkembangan dan meningkatkan kemampuan dalam menggunakan hasil teknologi.
Pada kesempatan itu, JK mengaku optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,5 persen hingga 6 persen pada 2018. Pertumbuhan ekonomi sebesar itu bisa dicapai dengan sejumlah catatan, di antaranya memperbaiki birokrasi, meningkatkan investasi, menjaga stabilitas politik, dan meningkatkan produktivitas.
"Tentu ada pengaruh politik ke ekonomi, tetapi tidak terlalu besar, karena kita punya sistem politik yang agak khas. Kita boleh berselisih, begitu selesai pilkada, usai," ungkapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




