BNI Securities Lunasi Obligasi Senilai Rp309 Miliar
Rabu, 9 Mei 2012 | 08:21 WIB
Obligasi tersebur bertenor lima tahun dengan nilai kupon sebesar 12 persen
PT BNI Securities melunasi obligasi I/2007 senilai Rp309 miliar, yang jatuh tempo pada 12 Mei 2012 dengan menggunakan kas internal. Dana tersebut telah ditransferkan pada tanggal 8 Mei 2012, dan ditempatkan pada rekening Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), per hari ini.
Obligasi tersebur bertenor lima tahun dengan nilai kupon sebesar 12 persen. Terakhir PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat obligasi perusahaan menjadi -A dengan prospek stabil.
"Kami awalnya menerbitkan obligasi demi membiayai marjin, namun seiring dengan adanya penurunan transaksi marjin, kami memutuskan untuk melunasinya dan belum memiliki rencana untuk menerbitkan obligasi lagi," tutur Direktur Utama BNI Securities Jimmy Nyo, dalam wawancaranya, kemarin.
Rata-rata transakasi marjin harian perusahaan sendiri kini sekitar Rp46-50 miliar per hari, atau turun sekitar 50 persen dibandingkan tahun lalu yang senilai Rp80 miliar
"Sehingga kami memutuskan untuk membiayainya dari kas internal, karena pertumbuhannya juga sudah tinggal sedikit, melihat pasar yang belakangan relatif fluktuatif," lanjut Jimmy.
Sementara rata-rata transaksi saham harian BNI Securities sendiri mencapai Rp160-170 miliar, atau relatif sama dengan tahun lalu. "Kami juga tidak menargetkan kenaikan yang besar dari sisi transaksi harian, karena pasarnya sangat ketat, dan saat ini masih didominasi asing," ungkap Jimmy.
PT BNI Securities melunasi obligasi I/2007 senilai Rp309 miliar, yang jatuh tempo pada 12 Mei 2012 dengan menggunakan kas internal. Dana tersebut telah ditransferkan pada tanggal 8 Mei 2012, dan ditempatkan pada rekening Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), per hari ini.
Obligasi tersebur bertenor lima tahun dengan nilai kupon sebesar 12 persen. Terakhir PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat obligasi perusahaan menjadi -A dengan prospek stabil.
"Kami awalnya menerbitkan obligasi demi membiayai marjin, namun seiring dengan adanya penurunan transaksi marjin, kami memutuskan untuk melunasinya dan belum memiliki rencana untuk menerbitkan obligasi lagi," tutur Direktur Utama BNI Securities Jimmy Nyo, dalam wawancaranya, kemarin.
Rata-rata transakasi marjin harian perusahaan sendiri kini sekitar Rp46-50 miliar per hari, atau turun sekitar 50 persen dibandingkan tahun lalu yang senilai Rp80 miliar
"Sehingga kami memutuskan untuk membiayainya dari kas internal, karena pertumbuhannya juga sudah tinggal sedikit, melihat pasar yang belakangan relatif fluktuatif," lanjut Jimmy.
Sementara rata-rata transaksi saham harian BNI Securities sendiri mencapai Rp160-170 miliar, atau relatif sama dengan tahun lalu. "Kami juga tidak menargetkan kenaikan yang besar dari sisi transaksi harian, karena pasarnya sangat ketat, dan saat ini masih didominasi asing," ungkap Jimmy.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
HUKUM & HANKAM
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




