NAB Reksa Dana Tergerus Rp4,557 Triliun
Senin, 4 Juni 2012 | 12:28 WIB
Penurunan NAB reksa dana ini disebabkan oleh kondisi global yang pada akhirnya mempengaruhi pergerakan IHSG sepanjang Mei 2012 dengan kejatuhan 8,32 persen
Total dana kelolaan atau Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana per Mei 2012 sebesar Rp165,634 triliun atau turun Rp4,557 triliun (7,96 persen) dibandingkan dengan posisi April 2012 yang mencapai Rp170,191 triliun.
Menurut analis PT Infovest Utama Praska Putrantyo, penurunan NAB reksa dana ini disebabkan oleh kondisi global yang pada akhirnya mempengaruhi pergerakan IHSG sepanjang Mei 2012 dengan kejatuhan 8,32 persen.
Bahkan, portofolio indeks obligasi pemerintah yang dibuat oleh Infovesta rata-rata mengalami penurunan 1,54 persen pada periode yang sama.
"Jadi, secara langsung mempengaruhi penurunan NAB reksa dana karena anjloknya nilai pasar," katanya.
Praska melihat penurunan IHSG terseret oleh anjloknya saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip) sekitar 9,23 persen pada posisi Mei 2012.
"Bahkan, masalah Eropa, perbankan Spanyol pada akhirnya memicu aksi 'net selling' sepanjang Mei sebesar Rp6,9 triliun secara akumulasi," tuturnya.
Ia mengharapkan NAB reksa dana sepanjang Juni 2012 membaik. Namun, perbaikan ini juga harus didukung oleh perilaku investor yang berkeinginan melanjutkan investasi atau meninggalkan pasar saham.
"Kalau investornya 'high risk' jadi lebih pertumbuhan reksa dananya, tapi ada juga yang 'low risk'," katanya.
Kendati gejolak kondisi global belum berhenti, ia optimis prospek reksa dana sepanjang tahun ini masih bagus. Hal ini ditopang oleh kuatnya fundamental ekonomi Indonesia, salah satunya didorong oleh giatnya pemerintah menggalakkan pembangunan infrastruktur
Total dana kelolaan atau Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana per Mei 2012 sebesar Rp165,634 triliun atau turun Rp4,557 triliun (7,96 persen) dibandingkan dengan posisi April 2012 yang mencapai Rp170,191 triliun.
Menurut analis PT Infovest Utama Praska Putrantyo, penurunan NAB reksa dana ini disebabkan oleh kondisi global yang pada akhirnya mempengaruhi pergerakan IHSG sepanjang Mei 2012 dengan kejatuhan 8,32 persen.
Bahkan, portofolio indeks obligasi pemerintah yang dibuat oleh Infovesta rata-rata mengalami penurunan 1,54 persen pada periode yang sama.
"Jadi, secara langsung mempengaruhi penurunan NAB reksa dana karena anjloknya nilai pasar," katanya.
Praska melihat penurunan IHSG terseret oleh anjloknya saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip) sekitar 9,23 persen pada posisi Mei 2012.
"Bahkan, masalah Eropa, perbankan Spanyol pada akhirnya memicu aksi 'net selling' sepanjang Mei sebesar Rp6,9 triliun secara akumulasi," tuturnya.
Ia mengharapkan NAB reksa dana sepanjang Juni 2012 membaik. Namun, perbaikan ini juga harus didukung oleh perilaku investor yang berkeinginan melanjutkan investasi atau meninggalkan pasar saham.
"Kalau investornya 'high risk' jadi lebih pertumbuhan reksa dananya, tapi ada juga yang 'low risk'," katanya.
Kendati gejolak kondisi global belum berhenti, ia optimis prospek reksa dana sepanjang tahun ini masih bagus. Hal ini ditopang oleh kuatnya fundamental ekonomi Indonesia, salah satunya didorong oleh giatnya pemerintah menggalakkan pembangunan infrastruktur
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
HUKUM & HANKAM
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




