ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kapasitas Industri Kaca Lembaran Naik 210 Ribu Ton

Senin, 18 Februari 2019 | 21:42 WIB
HK
B
Penulis: Harso Kurniawan | Editor: B1
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan firing ceremony tanda peresmian pabrik kaca lembaran terintegrasi PT Asahimas Flat Glass di Cikampek, Jawa Barat, Senin (18/2/2019).
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan firing ceremony tanda peresmian pabrik kaca lembaran terintegrasi PT Asahimas Flat Glass di Cikampek, Jawa Barat, Senin (18/2/2019). (istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Kapasitas produksi terpasang industri kaca lembaran naik 210 ribu ton menjadi 1,34 juta ton per tahun dari sebelumnya 1,13 juta ton per tahun. Penambahan kapasitas ini berasal dari PT Asahimas Flat Glass Tbk yang baru saja meresmikan pabrik di Cikampek, Jawa Barat.

"Kami berharap, pembangunan pabrik terintegrasi ini dapat berkontribusi dalam peningkatan daya saing industri kaca lembaran nasional baik di pasar domestik hingga global, sehingga jadi leading sector," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto saat peresmian pabrik kaca lembaran terintegrasi Asahimas di Cikampek, Jawa Barat, Senin (18/2/2019).

Menperin menyampaikan, industri kaca merupakan sektor padat modal dan padat energi yang butuh biaya investasi besar. Untuk itu, diperlukan kebijakan strategis dalam upaya pengembangan daya saingnya.

"Kebijakan pengembangan sektor industri pengolahan difokuskan pada penguatan rantai pasok untuk menjamin ketersediaan bahan baku energi yang berkesinambungan dan terjangkau. Hal ini juga untuk memperdalam dan memperkuat struktur manufaktur di Indonesia," jelas dia.

ADVERTISEMENT

Dia menerangkan, Asahimas telah resmi menutup tungku F3 pabrik kaca lembaran miliknya yang berlokasi di Ancol, Jakarta Utara. Penutupan pabrik berkapasitas 120 ribu ton per tahun ini dilakukan karena sudah mencapai umur ekonomisnya, yang telah beroperasi sejak tahun 1973.

Perusahaan merelokasi pabrik ke wilayah Cikampek untuk merealisasikan penambahan investasinya sebesar Rp 5 triliun. "Pabrik baru di Cikampek ini bukan sakedar relokasi, tetapi perluasan dan peningkatan kapasitas pabrik kaca lembaran menjadi sebesar 420 ribu ton per tahun. Selain itu juga menyerap tenaga kerja, sebanyak 3.000 orang," ungkap Menperin.

Total kapasitas produksi kaca lembaran yang dihasilkan Asahimas saat ini menjadi 720 ribu ton per tahun, ditambah dengan kapasitas pabrik di Sidoarjo sebesar 300 ribu ton per tahun. Selain memproduksi kaca lembaran, pabrik Asahimas di Cikampek juga menghasilkan kaca cermin dengan kapasitas sebanyak 6,8 juta ton per tahun serta kaca pengaman dengan kapasitas hingga 5,8 juta ton per tahun. Pabrik baru ini berada lebih dekat dengan sentra produksi otomotif, yang menyumbang permintaan produk kaca cukup besar.

Menperin meyakini, ekspansi ini menjadi simbol semangat industri kaca nasional menuju Indonesia sebagai negara industri yang tangguh di kancah dunia.

Presiden Komisaris Asahimas Mucki Tan menyampaikan, Asahimas merupakan produsen kaca pertama di Indonesia yang didirikan sejak tahun 1971 dan mulai produksi 1973. "Hampir 45 tahun kami beroperasi di Ancol untuk memproduksi kaca lembaran, cermin, dan untuk otomotif," ungkap dia.

Menurut Tan, dengan selesainya pembangunan fasilitas di Cikampek, pabrik kaca Asahimas menjadi terintegrasi. Kami pun sekarang sudah memanfaatkan teknologi semiotomatis, ditandai dengan penggunaan robot dan peralatan digital serta diperkenalkannya konsep smart factory. Ini artinya kami memulai pijakan menuju revolusi industri 4.0," papar dia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon