ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Program Transmigrasi Indonesia Jadi Rujukan Negara Lain

Kamis, 1 Agustus 2019 | 20:59 WIB
SH
B
Penulis: Siprianus Edi Hardum | Editor: B1
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Nasional Transmigrasi di Jakarta, Kamis (1/8/2019).
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Nasional Transmigrasi di Jakarta, Kamis (1/8/2019). (beritasatu.com/Edi Hardum)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengatakan, program transmigrasi Indonesia telah menjadi rujukan kebijakan perpindahan penduduk dan pertanahan di negara lain seperti Malaysia. Bahkan, transmigrasi juga menjadi fokus kajian penelitian berbagai negara seperti Jepang, Perancis, dan Amerika Serikat.

"Hingga kini transmigrasi menjadi fokus kajian peneliti dalam dan luar negeri, seperti dari Jepang, Perancis, Amerika Serikat, yang datang mengkaji dokumen kebijakan, peta kawasan, serta mewawancarai transmigran," ujarnya pada Rapat Koordinasi Nasional Transmigrasi di Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Ia mengungkapkan, program transmigrasi selama ini telah berhasil membentuk dua provinsi baru, 104 kabupaten baru, 335 kecamatan dan 1.336 desa definitif baru. Menurutnya, transmigrasi tak hanya berhasil meningkatkan ekonomi para transmigran dan penduduk lokal, namun juga berhasil memajukan wilayah tujuan transmigrasi.

"Saat ini capaian transmigrasi di 619 Kawasan transmigrasi dan 48 Kawasan program Revitalisasi telah mengelola 4,2 juta transmigran, termasuk 1,7 tenaga kerja yang tinggal di kawasan seluas 4,4 juta hektare," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Ia melanjutkan, lahan produktif di kawasan transmigrasi tersebut, mencakup 1.001.070 hektare sawah, 310.332 hektare lahan jagung, 1.144.080 perkebunan sawit, dan 429.030 hektare perkebunan karet. "Pendapatan penduduk di kawasan transmigrasi ini mencapai Rp 17 triliun per tahun," ungkapnya.

Menurutnya, sepanjang pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 telah terpenuhi karena dibantu oleh banyak kementerian.

Capaian tersebut adalah dengan terbangunnya 140 kawasan transmigrasi sebagai sumber produksi pangan nasional, dan terbentuknya 20 Kawasan Perkotaan Baru. "Kita juga bekerjasama dengan swasta untuk mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi," ujarnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kementrans Buka Pendaftaran Tim Ekspedisi Patriot 2026, Ini Syaratnya

Kementrans Buka Pendaftaran Tim Ekspedisi Patriot 2026, Ini Syaratnya

NASIONAL
Kawasan Transmigrasi Didorong Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kawasan Transmigrasi Didorong Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

NASIONAL
Wamen Viva Yoga Ubah Arah Transmigrasi Jadi Pusat Ekonomi

Wamen Viva Yoga Ubah Arah Transmigrasi Jadi Pusat Ekonomi

JAWA TIMUR
Transmigrasi Era Prabowo Sasar Wilayah Pesisir

Transmigrasi Era Prabowo Sasar Wilayah Pesisir

NASIONAL
Pemerintah Gandeng Pengusaha Lokal Kembangkan Kawasan Transmigrasi

Pemerintah Gandeng Pengusaha Lokal Kembangkan Kawasan Transmigrasi

EKONOMI
Kolam Renang Jadi Simbol Baru Pembangunan Kawasan Transmigrasi

Kolam Renang Jadi Simbol Baru Pembangunan Kawasan Transmigrasi

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon