ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Well Harvest Sumbang Pemasukan Negara Rp 367 Miliar

Rabu, 18 September 2019 | 18:33 WIB
MN
FH
Penulis: Mikael Niman | Editor: FER
Pabrik pengolahan dan pemurnian alumina PT Well Harvest Winning (WHW) yang berlokasi di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Pabrik pengolahan dan pemurnian alumina PT Well Harvest Winning (WHW) yang berlokasi di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. (Beritasatu Photo/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Well Harvest Winning (WHW) berkontribusi terhadap penerimaan negara sebesar Rp 367 miliar pada 2018 hingga 2019. Pencapaian tersebut diperoleh dari penyetoran pajak penghasilan (Pph) dan pajak bumi dan bangunan (PBB) 2018 sebanyak Rp 291 miliar dan tahun 2019 hingga Agustus mencapai Rp 76 miliar.

"Penerimaan negara itu berasal dari aktivitas penjualan produk alumina ke pasar domestik dan mancanegara, dengan rata-rata produksi kapasitas 90.000 ton per bulan," ujar Head of Corporate Communication PT Well Harvest Winning Alumina Refinery, Suhandi Basri, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/9/2019).

PT Well Harvest Winning merupakan perusahaan pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara dalam pengolahan dan pemurnian (refinery) bauksit menjadi smelter grade alumina (SGA).‎ SGA ini adalah bahan baku utama pembuatan aluminium.

Menurut Suhandi, PT WHW yang menghasilkan kadar SGA lebih besar 98,6 persen akan terus mempertahankan produksi dengan target kapasitas produksi 1 juta ton per tahun.

ADVERTISEMENT

"Keberadaan PT WHW menjadi strategis untuk mendukung dan menjadi wujud nyata konsep hilirisasi yang dicanangkan Pemerintah Indonesia yang tercantum dalam Undang-undang (UU) Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, yakni dengan adanya proses pengolahan dan pemurnian bijih mineral di dalam negeri akan memberikan nilai tambah yang lebih bagi setiap mineral," tuturnya.

Selain itu, kata Suhandi, kepastian pengolahan dan pemurnian dalam negeri, penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan negara akan tetap terjaga.

"Dampak hilirisasi Minerba memang tidak hanya mendatangkan pemasukan bagi negara namun juga memberikan kepastian dan dampak nyata dalam mensejahterakan dan memberdayakan putra dan putri Kalimantan Barat," ungkapnya.

PT WHW membangun smelter di Dusun Sungai Tengar, Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Hingga Agustus 2019 telah menyerap tenaga kerja lokal di Kalimantan Barat lebih dari 2.200 orang, dari total karyawan 2.286 orang. Dengan demikian, penyerapan tenaga kerja lokal mencapai lebih dari 95 persen.

PT WHW juga memiliki sejumlah fasilitas penunjang berupa Pembangkit Listrik Tenaga Uap, terminal khusus kegiatan bongkar muat berstandar internasional, dan komplek hunian karyawan berkapasitas ribuan orang.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon