ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ekspor Makin Loyo, Neraca Dagang Defisit US$ 160 Juta

Selasa, 15 Oktober 2019 | 15:41 WIB
AH
B
Penulis: Aichi Halik | Editor: B1
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto (Beritasatu TV)

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar US$ 160 juta pada September 2019.

Kondisi itu lebih buruk dibanding bulan sebelumnya yang mencatatkan surplus US$ 85 juta.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan ekspor pada September tercatat sebesar US$ 14,1 miliar turun 1,21% dibanding bulan sebelumnya atau 5,74% dibanding periode yang sama tahun lalu.

"Neraca perdagangan pada September 2019 defisit US$ 160 juta. Secara kumulatif, Januari-September 2019, neraca perdagangan defisit US$ 1,95 miliar," ungkap Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

ADVERTISEMENT

Defisit tersebut terutama disebabkan kinerja ekspor yang turun, sementara impor mulai meningkat.

"Penurunan ekspor ini terjadi karena penurunan ekspor migas dan non migas. Ekspor minyak mentah turun 33 persen," imbuh Suhariyanto.

Sementara itu, impor pada September tercatat masih meningkat 0,63% dibandingkan bulan sebelumnya atau turun 2,41% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Menurut Suhariyanto, ekspor secara kumulatif Januari-September tercatat sebesar US$ 124,17 miliar, turun 8% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sementara impor secara kumulatif tercatat sebesarUS$ 126.115,8 juta, turun 9,12% dibanding periode sama tahun sbeelumnya.

Suhariyanto menjelaskan, penurunan ekspor hampir dialami oleh seluruh sektor. Ekspor migas sepanjang tahun ini turun 25,27%, pengolahan turun 3,39%, pertambangan dan lainnya turun 17,41%. Hanya sektor pertanian yang berhasil naik sebesar 2,58%.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon