ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Kuartal III

Bankir: Bunga Kredit dalam Tren Turun

Kamis, 26 Juli 2012 | 05:50 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Seorang petugas menata tumpukan uang di gudang penyimpanan uang BRI di Jakarta  (3/1/12). FOTO ANTARA/HO-Eko.
Seorang petugas menata tumpukan uang di gudang penyimpanan uang BRI di Jakarta (3/1/12). FOTO ANTARA/HO-Eko. (FOTO ANTARA/HO-Eko.)
Bunga pinjaman masih menjadi sumber pendapatan tertinggi bagi perbankan di Indonesia

Seiring penurunan suku bunga dana dalam tiga tahun terakhir, suku bunga kredit juga turun, meski penurunannya lebih kecil.

Para bankir yakin, tren penurunan bunga pinjaman berlanjut hingga kuartal III- 2012.

Jika pada triwulan II-2009 suku bunga dana (cost of fund) rupiah masih mencapai 7,62 persen pada periode sama 2012 turun menjadi 5,54 persen.

Bunga kredit modal kerja pun turun dari 14,18 persen menjadi 12,68 persen, sedangkan untuk kredit konsumsi turun dari 16,62 persen ke 15,39 persen.

Hal itu dikemukakan dalam Survei Perbankan Triwulan II-2012 yang dilakukan terhadap 42 bank umum, yang mempunyai total pangsa kredit 80 persen dari industri perbankan RI.

“Cost of fund masih akan turun pada kuartal III-2012, menjadi 5,52 persen. Ini mendorong bunga kredit modal kerja dan konsumsi turun, masing- masing menjadi 12,63 persen dan 15,37 persen,” papar survei yang dirilis Bank Indonesia (BI) di Jakarta, belum lama ini.

Direktur Departemen Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI Difi Ahmad Johansyah mengatakan, suku bunga kredit perlahan-lahan turunnya.

 bisa turun lebih rendah dibutuhkan waktu lebih panjang.

“Tapi, untuk tren yang ada sekarang kami sudah cukup senang, karena secara fundamental menunjukkan penurunan sejak awal tahun ini,” kata Difi di Jakarta.

Penurunan bunga dana dan pinjaman itu dipengaruhi berbagai faktor, seperti turunnya suku bunga acuan BI rate, bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan inflasi.

BI rate pada Juni 2009 mencapai tujuh persen dan turun bertahap hingga menjadi 5,75 persen mulai Februari 2012.

Untuk suku bunga penjaminan rupiah pada bank umum kini sebesar 5,5 persen atau lebih rendah dari BI rate, sedangkan pada Juni 2009 mencapai 7,5 persen atau lebih tinggi dari BI rate.

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Gatot M Suwondo mengatakan, bunga pinjaman masih menjadi sumber pendapatan tertinggi bagi perbankan di Indonesia.

Sehingga upaya untuk menurunkannya agak sulit. Sedangkan pendapatan berbasis biaya (fee based income), yang berasal dari produk derivatif belum menjadi prioritas utama.

“NIM (net interest margin) perbankan di Indonesia masih tinggi, karena sumber revenue perbankan tetap mengandalkan bunga pinjaman,” kata Gatot kepada Investor Daily.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon