Logo BeritaSatu

Obat Herbal Lokal Didorong Masuk JKN

Jumat, 6 November 2020 | 19:18 WIB
Oleh : Leonard AL Cahyoputra / HK

Jakarta, Beritasatu.com - Obat modern asli Indonesia (OMAI) didorong masuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai obat rujukan. Hal ini akan memacu perkembangan OMAI yang kebanyakan berjenis herbal sekaligus mengurangi ketergantungan impor bahan baku obat yang mencapai 95%.

Namun, OMAI sulit masuk JKN lantaran ada Permenkes Nomor 54 Tahun 2018. Peraturan itu membuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tidak mencantumkan OMAI dalam formularium nasional. Padahal, pemanfaatan OMAI sejalan dengan Inpres No 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Obat dan Alat Kesehatan

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro menerangkan, Indonesia memiliki biodiversitas alam yang kaya, nomor dua di dunia setelah Bsazil. Selain itu bahan baku obat herbal mudah ditemukan di dalam negeri. Hal ini membuat OMAI dapat dimanfaatkan untuk menjadikan Indonesia lebih mandiri dalam memproduksi obat.

"Sudah saatnya kita lebih fokus kepada obat herbal. Kita punya modal bahan baku alami yang sangat besar dan itu harus menjadi sesuatu yang bermanfaat, jangan sekadar catatan saja," ucap dia dalam webinar bertajuk Pengembangan OMAI untuk Kemandirian Obat Nasional, Jakarta, Jumat (6/11/2020).

Bambang meyakini, jika dijadikan rujukan dalam JKN, OMAI tidak akan lagi jadi pendamping obat kimia yang mayoritas berbahan baku impor. Hal ini akan membuat obat herbal berkembang dan swasta akan berlomba-lomba melakukan riset.

Selama ini, dia menuturkan, porsi pemanfaatan OMAI di industri kesehatan dalam negeri masih sangat kecil dan kalah dengan negara lain. “Di Jerman, 53% pemanfaatan obat-obatan di sana adalah berbahan herbal, Tiongkok 30%, dan Korea Selatan 20%. Kita tertinggal karena tidak difasilitasi penggunaannya. Banyak dokter belum berani atau terbiasa gunakan OMAI untuk pasien,” ungkap dia.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Khayam juga mengeluhkan hal serupa. Kemenperin mengaku kesulitan untuk mendorong pelaku usaha mengembangkan industri obat berbahan baku alami. "Riset dan produksi OMAI itu mahal sekali. Kalau nanti produk sudah jadi, tetapi pasarnya tidak ada, bagaimana? Kalau saja Kemenkes memasukkan OMAI ke formulasi nasional, swasta pasti akan tertarik," tutur dia.

Khayam menilai, ketergantungan industri farmasi di dalam negeri terhadap bahan baku impor tidak lepas dari status penanaman modal asing (PMA) perusahaan-perusahaan tersebut. Tingkat ketergantungan perusahaan farmasi PMA kepada induknya masih tinggi. Dari 24 perusahaan farmasi, hanya empat perusahaan berstatus BUMN dan sisanya swasta nasional.

Direktur Pelayanan Kefarmasian Ditjen Farmalkes Kemenkes Dita Novianti Sugandi mengatakan, pihaknya tidak memasukkan OMAI ke formularium nasional lantaran tidak ada rumah sakit atau asosiasi dokter yang mengusulkan obat jenis tersebut. Padahal, untuk masuk ke formularium nasional ada mekanismenya, yang diawali penyampaian usulan dari rumah sakit, organisasi profesi, dan dinas kesehatan. (leo)



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

BKI Sabet Human Capital & Performance Awards 2022

Penghargaan yang diraih BKI ini penting untuk pengembangan berbagai ekosistem industri di Indonesia dalam mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.

EKONOMI | 4 Desember 2022

Semeru Erupsi, Operasional Bandara Juanda dan Abdulrachman Saleh Normal

Gunung Semeru pada Minggu (4/12/2022) mengalami erupsi disertai awan panas guguran (APG) mencapai 1.500 meter dan menyebabkan sejumlah gempa.

EKONOMI | 4 Desember 2022

GOTO Dilanda Aksi Jual Pascalock Up Dibuka, Saatnya Beli?

Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masuk dalam 10 deretan saham yang mengalami tekanan cukup besar pekan ini.

EKONOMI | 4 Desember 2022

Investor Masuk ke IKN Kuartal II 2023, Siapa Saja?

Menpupera Basuki Hadimuljono berharap investor mulai masuk ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada kuartal kedua 2023.

EKONOMI | 4 Desember 2022

Kemitraan BUMN-UMKM Hasilkan Potensi Kerja Sama Rp 224,8 M

Menkop dan UKM Teten Masduki menyatakan, forum kemitraan UKM dengan BUMN mampu mencatatkan potensi kerja sama senilai Rp 224,8 miliar.

EKONOMI | 4 Desember 2022

Badai PHK, PKB Usul Karyawan Startup Buat Serikat Pekerja

Mikhael Benyamin Sinaga, mengusulkan karyawan startup membentuk serikat pekerja, imbas badai pemutusan hubungan kerja (PHK).

EKONOMI | 4 Desember 2022

Jubir Muda PKB: Efisiensi Startup Bisa Tanpa Harus PHK Karyawan

Juru Bicara Muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Michael Sinaga menilai HK massal karyawan startup bisa memiliki dampak sosial yang besar.

EKONOMI | 4 Desember 2022

Jangan Lupa, Pencairan BSU Berakhir 20 Desember 2022

Kemenaker mengimbau masyarakat segera mengambil dana Bantuan Subsidi Upah karena batas akhir pengambilan BSU adalah 20 Desember 2022.

EKONOMI | 4 Desember 2022

Sosok Inspiratif Bidang Kesehatan Tampil di HUT Ke-65 Astra

Mengusung tema "Semangat Bergerak dan Tumbuh Bersama", HUT ke-65 Astra ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat berbagi semangat positif dan optimisme. 

EKONOMI | 2 Desember 2022

Omzet Naik hingga Rp 30 Juta berkat Alat Pengiris Kerupuk

Omzet usaha mikro di Desa Jaddih meningkat sekitar 66% setelah menggunakan alat pengiris kerupuk karya peneliti dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

EKONOMI | 3 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Harry Kane: Mentalitas Jadi Modal Utama Inggris Lawan Prancis

Harry Kane: Mentalitas Jadi Modal Utama Inggris Lawan Prancis

SEMESTA BOLA 2022 | 14 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE