ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pandemi Dorong Lembaga Jasa Keuangan Perkuat Aspek Digital

Jumat, 26 Februari 2021 | 23:02 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Founder dan CEO Iconomics, Bram S Putro saat membuka Indonesia’s Most Popular Digital Financial Brands Award (Millennials’ Choice), Jumat, 26 Februari 2021.
Founder dan CEO Iconomics, Bram S Putro saat membuka Indonesia’s Most Popular Digital Financial Brands Award (Millennials’ Choice), Jumat, 26 Februari 2021. (Beritasatu Photo)

Jakarta, Beritasatu.com - Tren digitalisasi sudah semakin masif di berbagai sektor di Indonesia. Seluruh perusahaan, khususnya lembaga jasa keuangan, melakukan tranformasi digital. Semua berlomba memberikan kepuasan dan kemudahan kepada nasabah atau pelanggan dengan berbagai inovasi digital.

"Apalagi dengan pandemi Covid-19 yang sudah berjalan hampir 1 tahun, perusahaan semakin dipacu untuk memperkuat aspek-aspek digital dalam perusahaan," kata Founder dan CEO Iconomics, Bram S Putro saat membuka Indonesia’s Most Popular Digital Financial Brands Award (Millennials’ Choice), Jumat (26/2/2021).

Bram menjelaskan, Iconomics memberikan apresiasi kepada 61 lembaga jasa keuangan yang terpilih dari sudut pandang para milenial di Indonesia, melalu ajang penghargaan Indonesia's Most Popular Digital Financial Brands Award (Millennials’ Choice).

"Apresiasi diberikan kepada perusahaan di industri jasa keuangan dengan tingkat popularitas tertinggi berdasarkan pemahaman dan apresiasi dari kaum muda dan milenial terhadap produk atau layanan digital," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Indonesia’s Most Popular Digital Financial Brands Award (Millennials’ Choice) ditetapkan melalui kajian popularitas, yakni berdasarkan pemahaman dan apresiasi dari kaum muda milenial Indonesia. Adapun definisi milenial adalah responden yang pada Januari 2021 berusia antara 21 sampai dengan38 tahun.

Ada sejumlah tahapan yang dilakukan untuk mendapatkan perusahaan-perusahaan masuk dalam jajaran award ini. Tahap pertama melalui focus group discussion (FGD).

Kemudian, dilanjutkan dengan tahap berikutnya yakni online quantitative survey. Survei online ini, dilakukakan kepada 10.000 responden dari 10 kota besar yakni Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Medan, Palembang, Balikpapan, dan Makassar.

Saat survei tersebut, tambah Bram, ada 2 garis besar yang ditanyakan yakni digital product awareness untuk mengkaji seberapa besar pengetahuan responden milenial terhadap produk atau layanan digital perusahaan tertentu.

"Lalu mengenai digital product image, yakni mengenai seberapa besar pengetahuan responden milenial terhadap produk digital perusahaan tertentu," pungkasnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

AstraPay Perkuat Inklusi Keuangan dan Digitalisasi UMKM di Momentum HUT ke-6

AstraPay Perkuat Inklusi Keuangan dan Digitalisasi UMKM di Momentum HUT ke-6

EKONOMI
Hampir 70 Persen UMKM Sulit Akses Kredit, Fintech Jadi Alternatif

Hampir 70 Persen UMKM Sulit Akses Kredit, Fintech Jadi Alternatif

EKONOMI
Optimalkan Layanan, Bea Cukai Luncurkan Sistem Jaminan Nontunai Elektronik

Optimalkan Layanan, Bea Cukai Luncurkan Sistem Jaminan Nontunai Elektronik

EKONOMI
Kepala BPOM Raih Penghargaan Kepemimpinan Pengawasan Obat Nasional

Kepala BPOM Raih Penghargaan Kepemimpinan Pengawasan Obat Nasional

EKONOMI
Indonesia Butuh 12 Juta Talenta Digital, Stok Baru 3 Juta

Indonesia Butuh 12 Juta Talenta Digital, Stok Baru 3 Juta

OTOTEKNO
Bappenas Sebut Transformasi Digital Jadi Fundamental Pembangunan

Bappenas Sebut Transformasi Digital Jadi Fundamental Pembangunan

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon