Penempatan Dapen di Portofolio Emas Libatkan Pegadaian
Selasa, 25 September 2012 | 20:46 WIB
Jika investasi dapen di emas diperbolehkan, permintaan emas akan melonjak.
Wacana menempatkan dana pensiun pada portofolio emas diusulkan akan dilakukan di PT Pegadaian (Persero).
Saat ini Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 199 Tahun 2008 tentang Investasi Dapen melarang berinvestasi di luar pasar uang dan pasar modal.
“Kami masih mengkaji bagaimana jika Pegadaian dapat menjual emas, kemudian dapen membelinya dan menyimpannya pula di Pegadaian, sehingga Pegadaian menjadi custody. Dengan begitu, bisa diadministrasikan di sana juga,” kata Ketua ADPI Djoni Rolindrawan dalam Seminar Nasional ADPI tentang alternatif investasi dapen di Jakarta, hari ini.
Djoni mengatakan, selain revisi PMK tersebut, ada wacana untuk merevisi Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun.
“Memang emas menarik, meskipun masih ada risikonya dan lebih banyak disimpan. Nilai emas akan kembali ke nilai terbaiknya, berbeda dengan yang lain. Ini merupakan diversifikasi,” kata Djoni.
Direktur Bisnis I Pegadaian Wasis Djuhar mengungkapkan, selama ini Pegadaian masih melakukan jual-beli (trading) emas secara tradisional.
Dalam mekanisme tersebut, orang yang ingin membeli emas bisa datang di setiap cabang, kemudian dibeli kembali oleh Pegadaian. Perhitungan yang digunakan Pegadaian untuk buyback tersebut 95 persen dari harga pasar.
Wasis mengatakan, untuk dapat menjadi fasilitator investasi emas industri dapen, pihaknya masih melakukan permohonan ke Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Apalagi, saat ini perdagangan emas di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) minimal satuan emasnya di atas 1 kilogram (kg).
“Kami mainnya hanya fisik karena mengurangi risiko fluktuasi harga,” jelas dia.
Menurut Wasis, jika investasi dapen di emas diperbolehkan, permintaan emas akan melonjak. Namun hal itu tidak masalah karena kapasitas penyimpanan emas di Pegadaian masih cukup besar mencapai 100 ton. Saat ini, Pegadaian telah menyimpan sekitar 50 ton emas gudang penyimpanannya.
“Selama ini kami masih gunakan emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam), karena merupakan sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” jelas dia.
Dituntut Untung
Direktur Utama Dapen Pertamina Torang Napitupulu mengatakan, selama ini pilihan investasi dapen terbatas di pasar modal dan pasar uang. Kondisi ini menyebabkan defisit dari target imbal hasil sekitar 10-11 pesen per tahun.
“Terus terang, tahun ini untuk sektor dapen cukup berat dan penuh tantangan. Apalagi situasi Eropa sedang bergejolak luar biasa,” papar Torang.
Tahun ini, ADPI menargetkan pertumbuhan hasil investasi sekitar 11-13 persen. Sedangkan total aset kelolaan Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) telah mencapai Rp120 triliun. Pada akhir 2012, diperkirakan, pertumbuhan aset dapat mencapai 16-18 persen, kendati ekonomi secara global kurang mendukung.
Wacana menempatkan dana pensiun pada portofolio emas diusulkan akan dilakukan di PT Pegadaian (Persero).
Saat ini Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 199 Tahun 2008 tentang Investasi Dapen melarang berinvestasi di luar pasar uang dan pasar modal.
“Kami masih mengkaji bagaimana jika Pegadaian dapat menjual emas, kemudian dapen membelinya dan menyimpannya pula di Pegadaian, sehingga Pegadaian menjadi custody. Dengan begitu, bisa diadministrasikan di sana juga,” kata Ketua ADPI Djoni Rolindrawan dalam Seminar Nasional ADPI tentang alternatif investasi dapen di Jakarta, hari ini.
Djoni mengatakan, selain revisi PMK tersebut, ada wacana untuk merevisi Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun.
“Memang emas menarik, meskipun masih ada risikonya dan lebih banyak disimpan. Nilai emas akan kembali ke nilai terbaiknya, berbeda dengan yang lain. Ini merupakan diversifikasi,” kata Djoni.
Direktur Bisnis I Pegadaian Wasis Djuhar mengungkapkan, selama ini Pegadaian masih melakukan jual-beli (trading) emas secara tradisional.
Dalam mekanisme tersebut, orang yang ingin membeli emas bisa datang di setiap cabang, kemudian dibeli kembali oleh Pegadaian. Perhitungan yang digunakan Pegadaian untuk buyback tersebut 95 persen dari harga pasar.
Wasis mengatakan, untuk dapat menjadi fasilitator investasi emas industri dapen, pihaknya masih melakukan permohonan ke Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Apalagi, saat ini perdagangan emas di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) minimal satuan emasnya di atas 1 kilogram (kg).
“Kami mainnya hanya fisik karena mengurangi risiko fluktuasi harga,” jelas dia.
Menurut Wasis, jika investasi dapen di emas diperbolehkan, permintaan emas akan melonjak. Namun hal itu tidak masalah karena kapasitas penyimpanan emas di Pegadaian masih cukup besar mencapai 100 ton. Saat ini, Pegadaian telah menyimpan sekitar 50 ton emas gudang penyimpanannya.
“Selama ini kami masih gunakan emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam), karena merupakan sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” jelas dia.
Dituntut Untung
Direktur Utama Dapen Pertamina Torang Napitupulu mengatakan, selama ini pilihan investasi dapen terbatas di pasar modal dan pasar uang. Kondisi ini menyebabkan defisit dari target imbal hasil sekitar 10-11 pesen per tahun.
“Terus terang, tahun ini untuk sektor dapen cukup berat dan penuh tantangan. Apalagi situasi Eropa sedang bergejolak luar biasa,” papar Torang.
Tahun ini, ADPI menargetkan pertumbuhan hasil investasi sekitar 11-13 persen. Sedangkan total aset kelolaan Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) telah mencapai Rp120 triliun. Pada akhir 2012, diperkirakan, pertumbuhan aset dapat mencapai 16-18 persen, kendati ekonomi secara global kurang mendukung.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
HUKUM & HANKAM
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




