Hari Pendidikan Nasional 2021
Reza Rahadian Ajak Masyarakat Wujudkan Pendidikan Inklusif
Minggu, 2 Mei 2021 | 20:02 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Merayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), aktor Reza Rahadian selaku Duta Persahabatan Yappika-ActionAid mengajak masyarakat berpartisipasi aktif untuk memajukan pendidikan Indonesia yang inklusif, aman dan berkualitas.
"Sejak tahun 2016, saya terlibat cukup aktif mendukung kampanye Sekolah Aman, salah satu gerakan yang diprakarsai oleh YAPPIKA-ActionAid untuk mendukung terwujudnya sekolah inklusif bagi semua," kata Reza Rahadian dalam webinar "Mewujudkan Pendidikan Indonesia yang Inklusif, Aman dan Berkualitas", Minggu (2/5/2021).
Reza menjelaskan, setiap individu bisa melakukan sesuatu yang memiliki dampak besar terhadap orang lain. "Misalnya, melihat langsung keadaan sekolah di sekitar dan membaginya lewat media sosial. Hal ini bisa memicu orang lainnya untuk melihat langsung kondisinya," jelasnya.
Menurut Reza, kerja kampanye dan advokasi sangat baik untuk mengingatkan pemerintah, menyajikan fakta-fakta dari lapangan dan meningkatkan dukungan publik akan mendorong percepatan penanganan sekolah-sekolah rusak dan terwujudnya Sekolah Aman yang inklusif bagi anak-anak Indonesia.
"Semoga semakin banyak dukungan dari masyarakat untuk berkontribusi secara langsung. Partisipasi publik sangat diperlukan agar program ini berjalan," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Yappika-ActionAid, Fransisca Fitri menjelaskan, hasil penelitian pihaknya di 6 kabupaten/kota menunjukkan, hampir 250.000 atau 1 dari 5 ruang kelas Sekolah Dasar (SD) Negeri di Indonesia dalam kondisi rusak, rawan roboh, lembab, dan berdebu.
"Kondisi ini menempatkan 1 dari 5 anak SD setiap hari terancam bahaya belajar di ruang kelas yang rusak. Data yang diolah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga menunjukkan bahwa setidaknya ada 150.000 SD berada di kawasan rawan bencana. Sebanyak 36% SD Negeri di Indonesia juga tercatat tidak punya toilet yang layak," jelasnya.
Menurut Fransisca Fitri, dengan dukungan penuh para mitra kerja di daerah, Uni Eropa serta dukungan korporasi dan dana publik, 5.362 anak-anak di 92 sekolah dampingan sudah merasakan fasilitas pendidikan yang lebih baik dan bisa belajar dengan nyaman di kelas. "Namun begitu, perjuangan masih panjang karena masih ada ribuan sekolah dengan kondisi tidak layak," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
AS-Israel Serang Fasilitas Petrokimia Iran
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Prabowo Sambut 3 Jenazah Prajurit TNI di Bandara Soekarno-Hatta




