Ini Panduan Investasi Reksa Dana untuk Pemula
Rabu, 9 Juni 2021 | 19:30 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Jika Anda termasuk yang baru ingin mulai investasi reksa dana, ada berbagai hal yang perlu diketahui agar tujuan investasi tercapai.
Reksa dana adalah cara pengelolaan dana investasi ke berbagai instrumen dalam pasar modal. Dana investasi akan dikelola oleh manajer investasi sehingga dapat memaksimalkan return dan meminimalkan resiko. Ada banyak aplikasi penyedia reksa dana yang bisa dipilih sebagai permulaan terjun di bidang reksa dana, seperti Pluang misalnya.
Investor pemula tidak perlu khawatir berlebihan tentang dana yang diinvestasikan, dengan menggunakan aplikasi reksa dana yang terpercaya. Namun bagi yang masih ragu-ragu, berikut ini ada panduan investasi reksa dana untuk pemula yang bisa dijadikan referensi.
Pertama, menentukan tujuan investasi. Sebelum memulai investasi pada instrumen apapun, perlu menentukan tujuan investasi terlebih dahulu. Apakah untuk jangka pendek, menengah atau panjang. Dengan menentukannya di awal investasi maka bisa lebih terarah dalam melakukan investasi sesuai tujuan yang ingin dicapai.
Kedua, edukasi diri. Sebagai instrumen investasi, reksa dana juga punya kelebihan dan kekurangan yang harus diketahui. Terutama soal return atau imbal hasil yang fluktuatif. Jadi, sebagai investor juga harus siap rugi dan juga mendulang untung.
Reksa dana juga biasanya lebih menguntungkan sebagai investasi jarak menengah dan panjang dibandingkan yang hanya ingin hasil di bawah satu tahun.
Investor juga harus mengenal jenis-jenis reksa dana yang umum diperjualbelikan saat ini. Masing-masing reksa dana memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Ada yang cocok jika ingin investasi jangka pendek, ada juga yang jangka panjang. Ada yang resikonya kecil dan return-nya juga kecil. Namun, ada juga yang resikonya tinggi tapi return-nya tinggi.
Ketiga, cek kinerja reksa dana. Sangat penting untuk mengecek track record dan kinerja reksa dana untuk membantu dalam pengambilan keputusan terkait investasi. Misalnya saja nilai aktiva bersih (NAB) dan pergerakan return yang biasanya disajikan dalam bentuk grafik untuk setiap pilihan reksadana.
Evaluasi pada data historikal juga perlu dilakukan agar mendapatkan gambaran reksa dana mana yang stabil dan memiliki kinerja bagus dimana return-nya stabil dan resikonya tidak terlalu besar.
Keempat, cari tahu cara membaca prospektus. Dokumen prospektus atau fund fact sheet mengacu pada penawaran investasi reksa dana yang bisa dibeli investor. Informasi di dalamnya menyangkut data menyeluruh soal reksa dana yang ditawarkan. Prospektus bisa didapatkan pada agen manajer investasia atau agen penjual reksa dana.
Walaupun akan terlihat ribet apalagi bagi yang baru memulai reksa dana, namun dengan membaca prospektus sebelum membeli reksa dana, akan bisa mengurangi resiko kerugian yang terlalu besar.
Kelima, sabar dan disiplin. Sebagai investor, tentunya harus sabar dan juga disiplin dalam melakukan investasi. Investor juga perlu konsisten dan disiplin dalam menyisihkan pendapatan bulanan untuk diinvestasikan pada reksa dana.
Perlu diingat juga, keuntungan reksa dana juga tidak bisa instan. Belum lagi resiko-resiko yang harus diketahui agar tidak kaget jika ada fluktuasi harga.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




