Logo BeritaSatu

Selain Beras, Sembako Ini Juga akan Dikenakan PPN

Sabtu, 12 Juni 2021 | 13:18 WIB
Oleh : Herman / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah memutuskan untuk mengeluarkan barang kebutuhan pokok atau sembako yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak dalam daftar jenis barang yang tidak dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN). Artinya, sembako kelak akan dikenakan PPN.

Hal itu tertuang dalam Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Kelima atas Undang-Undang No. 6/1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP) pasal 4A.

Selain beras, terdapat beberapa jenis sembako lain yang juga akan dikenakan PPN. Mulai dari jagung, garam, telur, daging, sayur dan buah hingga aneka bumbu dapur.

Perihal jenis-jenis barang kebutuhan pokok atau sembako yang saat ini tidak dikenakan PPN, dalam Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 dan Peraturan Menteri Keuangan nomor 116/PMK.010/2017 yang dikutip Beritasatu.com, Sabtu (12/6/2021), barang-barang tersebut dan juga kriterianya meliputi :

1. Beras dan gabah

Berkulit, dikuliti, setengah giling atau digiling seluruhnya, disosoh atau dikilapkan maupun tidak, pecah, menir, selain yang cocok untuk disemai.

2. Jagung

Telah dikupas maupun belum, termasuk pipilan, pecah, menir, tidak termasuk bibit

3. Sagu

Empulur sagu (sari sagu), tepung, tepung kasar dan bubuk.

4. Kedelai

Berkulit, utuh dan pecah, selain benih

5. Garam konsumsi

Baik yang beryodium maupun yang tidak beryodium.

6. Daging

Daging segar yang tanpa diolah, tetapi telah melalui proses disembelih, dikuliti, dipotong, didinginkan, dibekukan, dikemas atau tidak dikemas, digarami, dikapur, diasamkan, diawetkan dengan cara lain, dan/atau direbus.

7. Telur

Telur yang tidak diolah, termasuk telur yang dibersihkan, diasinkan, atau dikemas.

8. Susu

Susu perah baik yang telah melalui proses didinginkan maupun dipanaskan, tidak mengandung tambahan gula atau bahan lainnya, dan/atau dikemas atau tidak dikemas.

9. Buah-buahan

Buah-buahan segar yang dipetik, baik yang telah melalui proses dicuci, disortasi, dikupas, dipotong, diiris, di-grading, dan/atau dikemas atau tidak dikemas.

10. Sayur-sayuran

Sayuran segar yang dipetik, dicuci, ditiriskan, dan/atau disimpan pada suhu rendah, termasuk sayuran segar yang dicacah.

11. Ubi-ubian

Ubi segar, baik yang telah melalui proses dicuci, disortasi, dikupas, dipotong, diiris, di-grading.

12. Bumbu-bumbuan

Segar, dikeringkan tetapi tidak dihancurkan atau ditumbuk

13. Gula konsumsi

Gula kristal putih asal tebu untuk konsumsi tanpa tambahan bahan perasa atau pewarna.

Mengenai besaran tarif PPN, dalam pasal 7 ayat 1 RUU KUP disebutkan, untuk tarif umum pemerintah akan menaikkan tarif PPN menjadi 12% dari saat ini yang berlaku sebesar 10%.

Kemudian untuk PPN multi tarif yang tertuang dalam pasal 7A ayat 2 akan dikenakan sebesar 5% dan paling tinggi 25%. Sedangkan PPN final 1% seperti yang saat ini sudah berlaku untuk hasil pertanian tertentu.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Blended Finance Tingkatkan Akses Pembiayaan infrastruktur

Pendanaan campuran (blended finance) efektif meningkatkan akses pembiayaan infrastruktur karena memobilisasi pendanaan sektor swasta dan pemerintah.

EKONOMI | 29 September 2022

Infrastruktur Era Jokowi Solusi Tingkatkan Daya Saing

Kebijakan pembangunan infrastruktur era Presiden Jokowi merupakan solusi meningkatkan daya saing ekonomi.

EKONOMI | 29 September 2022

OJK Perluas Akses Keuangan di Daerah Melalui TPAKD

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperluas akses keuangan masyarakat di daerah, melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

EKONOMI | 29 September 2022

Ini Asumsi Makro APBN 2023 yang Disepakati Pemerintah dan DPR

Defisit APBN 2023 disepakati sebesar Rp 598,2 triliun atau 2,84% dari total PDB 2023 yang mencapai Rp 21.037 triliun.

EKONOMI | 29 September 2022

Sri Mulyani Beberkan Bukti APBN Sudah Dikelola Efektif

Sri Mulyani menegaskan, Indonesia menjadi salah satu negara yang berhasil menjaga defisit APBN relatif rendah dan menurun secara cepat.

EKONOMI | 29 September 2022

Sri Mulyani Sebut Risiko Resesi Makin Rumit, Seperti Apa?

Menurut Sri Mulyani, inflasi yang sangat tinggi telah mendorong respons kebijakan moneter terutama di Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara Eropa lainnya.

EKONOMI | 29 September 2022

Tangani Sampah Makanan, NFA Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) menyerukan kolaborasi lintas sektoral untuk penanganan sampah makanan atau food waste di Indonesia.

EKONOMI | 29 September 2022

OJK Minta Multifinance Lebih Hati-hati Menyongsong 2023

Hampir semua indikator perekonomian global dan domestik berpotensi menurun, sehingga berdampak pada stabilitas dan pertumbuhan industri multifinance.

EKONOMI | 29 September 2022

Jasa Agen Asuransi Sumbang PPN Rp 36 Miliar Per Agustus 2022

Founder Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia (PAAI) Wong Sandy Surya menjelaskan, sejak 2009 komisi agen asuransi dikenakan PPh 50%.

EKONOMI | 29 September 2022

Miris, Sampah Makanan Indonesia Capai 48 Juta Ton Per Tahun

Timbunan sampah makanan atau food loss and waste di Indonesia mencapai 48 juta ton per tahun, yang berasal dari lima tahap rantai pasok pangan.

EKONOMI | 29 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Abdillah Toha Nilai Mahfud MD Sosok Bersih dan Tegas

Abdillah Toha Nilai Mahfud MD Sosok Bersih dan Tegas

NEWS | 8 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings