Ini Delapan Strategi Pertamina Dongkrak Energi Baru Terbarukan
Rabu, 14 Juli 2021 | 16:55 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Untuk mengantisipasi pertumbuhan porsi energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi Indonesia, PT Pertamina (Persero) mengembangkan sejumlah proyek dan kegiatan untuk menambah portofolio energi hijaunya. Setidaknya terdapat delapan strategi yang dijalankan perusahaan energi pelat merah ini.
"Tak hanya energi terbarukan, tetapi juga (kembangkan) energi baru, khususnya energi baru yang menggantikan minyak yang saat ini masih mendominasi," kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dalam Investor Daily Summit (IDS) 2021 sesi Mengurai Hambatan Investasi Energi Terbarukan, Rabu (14/7/2021).
Pertama, Pertamina akan meningkatkan kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dari saat ini 672 megawatt (MW) menjadi 1.128 MW pada 2026. Saat ini perseroan tengah menggarap tiga proyek PLTP, yakni Sungai Penuh 1x55 MW, Lumut Balai Unit-2 55 MW, dan Hululais 2x55 MW. Selain itu, Pertamina juga menggelar eksplorasi di beberapa blok panas buminya, yaitu Seulawah, Hululais Extention, Gunung Lawu, dan Kotamobagu.
Kedua, BUMN energi ini juga mengembangkan hidrogen hijau (green hydrogen) yang memanfaatkan listrik dari PLTI dengan potensi produksi sebesar 8.600 kilogram (kg) per hari. Perseroan saat ini tengah mengkaji peta jalan pengembangan green hydrogen dan blue hydrogen ini. Selain itu, Pertamina juga tengah membangun pabrik hidrogen hijau berkapasitas 22-100 kg per hari di Blok Panas Bumi Ulubelu dengan target operasi komersil pada 2022.
Ketiga, Pertamina juga bergabung dalam perusahaan patungan Indonesia Battery Company (IBC) untuk memproduksi baterai kendaraan listrik hingga 140 gigawatt hour (GWh) pada 2029. Perseroan juga akan membangun ekosistem baterai kendaraan listrik, berupa stasiun penukaran dan isi ulang baterai. "Kami berharap bisa berikan pengembangan peningkatan kendaraan listrik dalam transportasi nasional," tutur Nicke.
Keempat, Pertamina akan menjalankan gasifikasi. Dijelaskannya, gasifikasi ini lantaran gas merupakan perantara dari energi fosil ke energi terbarukan. Tak hanya memperluas penggunaan gas, pihaknya akan mendorong hilirisasi gas dengan memproduksi metanol. Pertamina akan membangun pabrik metanol berkapasitas 1.000 kilo ton per tahun (kilo tonnes per annum/KTPA) dengan target operasi pada 2025. "Kami akan maksimalkan gas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri, dengan investasi mulai dari midstream hingga downstream, dari pembangunan regasifikasi hingga pipa," jelas Nicke.
Kelima, perusahaan energi pelat merah itu akan membangun kilang hijau (green refinery) dengan total kapasitas 6-100 KTPA pada 2025. Tiga proyek Kilang Hijau yakni Revamping Kilang Cilacap Fase-1 yang memanfaatkan RBDPO dengan kapasitas 3.000 barel per hari (bph) dan Fase-2 6.000 bph, serta Kilang Hijau Plaju yang akan mengolah minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dengan kaapsitas 20.000 bph.
Keenam, perseroan juga akan meningkatkan pemanfaatan bioenergi. Pertamina akan membangun pembangkit listrik biomass dan/atau biogas dengan total kapasitas 153 MW pada 2026, pengembangan biodiesel dan biogasoline, serta produksi minyak mentah hijau dari alga dan etanol berkapasitas 1.000 KTPA pada 2025. "Sehingga kita bisa tekan impor gasoline (bensin), karena pemerintah menargetkan pada 2030 tidak ada lagi impor gasoline. Salah satunya subtitusi dengan gasoline berbasis CPO," ungkap Nicke.
Ketujuh, Pertamina juga akan menerapkan circular carbon economy pada beberapa area, recycle (daur ulang) yakni melalui pemanfaatan biomass dan biogas, reduce (pengurangan emisi) dengan pengembangan PLTS, kendaraan listrik, dan LNG bunkering, serta reuse (penggunaan kembali) CO2 untuk pengurasan minyak tahap lanjut (enhanced oil recovery/EOR) dan metanol.
Terakhir, perusahaan mendorong pengembangan energi baru terbarukan. Salah satunya, Pertamina terlibat dalam pengembangan pabrik dimethyl eter (DME) yang bisa menggantikan impor gas minyak cair (liquefied petroleum gas/LPG) 5,5 juta ton per tahun pada 2025. Kemudian, perseroan juga membangun sejumlah pembangkit listrik berbasis energi terbarukan pada 2020-2026, yakni pembangkit listrik berbasis surya 4-910 MW, angin 225 MW, dan air 200-400 MW.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
Persiapkan Pemimpin Masa Depan, Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus-Kampus di Indonesia
EKONOMIBERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




