Masalah Cost Recovery Hambat Ekspansi Sektor Migas
Selasa, 6 November 2012 | 20:25 WIB
Upaya meningkatkan ekspansi di sektor migas bisa dilakukan dengan mengurangi beban awal investasi eksplorasi di hulu.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan sengketa biaya eksplorasi minyak dan gas (migas) yang dikembalikan negara (cost recovery) merupakan salah satu kendala yang menghambat ekspansi.
Dia meninta semua pihak memperjelas dan bermusyawarah agar kembali menarik minat investasi.
Selain itu, Hatta mengatakan upaya meningkatkan ekspansi di sektor migas bisa dilakukan dengan mengurangi atau menghilangkan beban awal investasi eksplorasi di hulu, seperti pajak dan sebagainya.
“Hal-hal yang berkaitan dengan investasi di hulu tidak boleh ada beban-beban awal, pajak dan sebagainya karena di situ belum tentu modalnya kembali. Ketika tidak ditemukan minyak maka modalnya hilang. Oleh sebab itu di situ harus ada satu kepastian mereka tidak terbebani oleh hal-hal lain,” ujar Hatta dikantornya, Jakarta, Selasa (6/11).
Hatta menambahkan, upaya yang bisa dilakukan pemerintah daerah terkait ekspansi migas adalah mempercepat prosesperizinan. Selain itu, mekanisme pembagian hasil atau split juga dinilai perlu ditinjau ulang supaya bisa menarik bagi investor migas.
“Kita harus rajin melihat peluang bagaimana kita memperbaiki split, bagaimana memperbaiki cost recovery dan lainnya,” imbuhnya.
Sedangkan upaya lain meningkatkan ekspansi adalah memperbaiki sektor hilir migas, yakni meningkatkan investasi infrastruktur migas, pipanisasi, penambahan coating storage dan mempercepat pembangunan depo-depo.
Dia optimis semua kendala yang ada bisa diselesaikan dengan menumbuhkan investasi disektor migas.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan sengketa biaya eksplorasi minyak dan gas (migas) yang dikembalikan negara (cost recovery) merupakan salah satu kendala yang menghambat ekspansi.
Dia meninta semua pihak memperjelas dan bermusyawarah agar kembali menarik minat investasi.
Selain itu, Hatta mengatakan upaya meningkatkan ekspansi di sektor migas bisa dilakukan dengan mengurangi atau menghilangkan beban awal investasi eksplorasi di hulu, seperti pajak dan sebagainya.
“Hal-hal yang berkaitan dengan investasi di hulu tidak boleh ada beban-beban awal, pajak dan sebagainya karena di situ belum tentu modalnya kembali. Ketika tidak ditemukan minyak maka modalnya hilang. Oleh sebab itu di situ harus ada satu kepastian mereka tidak terbebani oleh hal-hal lain,” ujar Hatta dikantornya, Jakarta, Selasa (6/11).
Hatta menambahkan, upaya yang bisa dilakukan pemerintah daerah terkait ekspansi migas adalah mempercepat prosesperizinan. Selain itu, mekanisme pembagian hasil atau split juga dinilai perlu ditinjau ulang supaya bisa menarik bagi investor migas.
“Kita harus rajin melihat peluang bagaimana kita memperbaiki split, bagaimana memperbaiki cost recovery dan lainnya,” imbuhnya.
Sedangkan upaya lain meningkatkan ekspansi adalah memperbaiki sektor hilir migas, yakni meningkatkan investasi infrastruktur migas, pipanisasi, penambahan coating storage dan mempercepat pembangunan depo-depo.
Dia optimis semua kendala yang ada bisa diselesaikan dengan menumbuhkan investasi disektor migas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
HUKUM & HANKAM
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




